Sedikitnya 18 aktivis ditangkap karena menolak pindah dari tempat tersebut. Dua polisi juga terluka karena sempat bentrok dengan para demonstran.
Demonstrasi besar menyikapi situasi ekonomi di Eropa terjadi lagi di Madrid dan London, Inggris, sejak Sabtu (12/5). Rakyat Spanyol menyatakan lelah oleh program pengetatan anggaran pemerintah dan prospek perekonomian yang tidak kunjung membaik. Di London, para pendukung gerakan Occupy London menyerukan agar kapitalisme predator dihentikan.
Massa yang mengungkapkan kemarahan mereka tumpah ke jalan-jalan di Madrid dan kota-kota lain seantero Spanyol. Diperkirakan ada 30.000 orang turut serta dalam protes itu. Di Barcelona, kota kedua terbesar di Spanyol, ada sekitar 45.000 demonstran.
Demonstrasi ini juga dilakukan di 80 kota besar dan kecil di seluruh Spanyol. Rencananya mereka akan terus berdemonstrasi hingga 15 Mei mendatang, yakni saat peringatan satu tahun dimulainya gerakan tersebut.
Gerakan warga Spanyol itu digalang melalui jejaring sosial online. Langkah ini telah menginspirasi gerakan protes serupa mulai dari Inggris hingga Occupy Wall Street di AS. ”Kami tidak pernah mundur. Kami tidak pernah berpaling, kami tidak pernah pergi,” ujar seorang perawat berusia 25 tahun di Barcelona.
Pemerintah kota Madrid menyatakan mereka tak akan menoleransi perkemahan demonstran berkepanjangan seperti tahun lalu. Tahun lalu, Puerta del Sol penuh dengan orang. Di sana didirikan berbagai macam fasilitas, mulai dari kantin hingga taman kanak-kanak dan perpustakaan.
Pemerintah Spanyol yang konservatif mengizinkan para demonstran menggunakan Puerta del Sol selama lima jam pada Sabtu lalu dan 10 jam setiap hari selama tiga hari hingga 15 Mei mendatang. Wakil Perdana Menteri Soraya Saenz de Santamaria mengatakan, pemerintah akan melihat apakah aturan tersebut dipatuhi oleh para demonstran.
Satu tahun setelah lahirnya gerakan tersebut, kondisi di Spanyol makin buruk. Angka pengangguran sebesar 24,4 persen untuk angkatan kerja umum dan 52 persen untuk angkatan kerja di bawah 25 tahun. Pemerintah juga akan memangkas lagi anggaran sebesar 30 miliar euro tahun ini.
Salah satu pemrotes, Mariana Santos (23), pekerja kantoran di Madrid, mengatakan, ”Penting untuk memperlihatkan bahwa kami masih ada di sini, bahwa masih ada ratusan orang yang ingin perubahan dan ingin berjuang untuk itu.”
Perdana Menteri Spanyol Mariano Rajoy membela keputusan pemerintah untuk memangkas lagi anggaran negara. ”Kami melakukan apa yang diperlukan, dan itu berarti membuat keputusan sulit. Kami melakukan berbagai hal yang tak ada dalam kampanye kami, tetapi harus dilakukan,” ujar Rajoy.
Di London, kelompok Occupy London menduduki beberapa ruas jalan di ibu kota finansial Eropa itu. Mereka menyerukan penghentian kapitalisme predator.
Di jantung pusat finansial London, para demonstran antikapitalis mendirikan sekitar 10 tenda di luar Bank Sentral Inggris. Sebelumnya, ada sekitar 300 demonstran yang mengelilingi beberapa kantor pusat perbankan sebelum tiba di bank sentral. ”Bank Sentral Inggris berada pada persimpangan antara (sektor industri) finansial dan pemerintah,” ujar pendukung Occupy London, David Lincoln.
Para pengunjuk rasa mengenakan masker putih atau tenda yang bertanda ”V untuk Vendetta (dendam)”. Selain itu, mereka juga memegang spanduk bertuliskan ”kapitalisme predator biasa” dan ”kami mengharapkan demokrasi politik”.
Sementara itu, Presiden Yunani Karolos Papoulias, hari Minggu, berusaha merangkul ketiga partai pemenang pemilu untuk membentuk pemerintahan. Ketiga pemenang pemilu parlemen tersebut tak berhasil membentuk pemerintahan koalisi.
Papoulias bertemu dengan pimpinan Demokrasi Baru, Pasok, dan Syriza. Tak seorang pun di antara mereka bertiga mau berbicara kepada pers setelah pertemuan selama 1,5 jam tersebut.
Jika tidak ada kesepakatan untuk membentuk pemerintahan, Yunani harus melaksanakan pemilu parlemen ulang bulan depan.