Rakyat Spanyol Turun ke Jalan

Kompas.com - 14/05/2012, 02:29 WIB

MADRID, Minggu - Polisi membubarkan ratusan demonstran yang masih bertahan di alun-alun Madrid, Spanyol, Minggu (13/5). Pagi-pagi, polisi bergerak ke alun-alun Puerta del Sol dan mengusir para aktivis yang berdemonstrasi memprotes situasi ekonomi Eropa.

Sedikitnya 18 aktivis ditangkap karena menolak pindah dari tempat tersebut. Dua polisi juga terluka karena sempat bentrok dengan para demonstran.

Demonstrasi besar menyikapi situasi ekonomi di Eropa terjadi lagi di Madrid dan London, Inggris, sejak Sabtu (12/5). Rakyat Spanyol menyatakan lelah oleh program pengetatan anggaran pemerintah dan prospek perekonomian yang tidak kunjung membaik. Di London, para pendukung gerakan Occupy London menyerukan agar kapitalisme predator dihentikan.

Massa yang mengungkapkan kemarahan mereka tumpah ke jalan-jalan di Madrid dan kota-kota lain seantero Spanyol. Diperkirakan ada 30.000 orang turut serta dalam protes itu. Di Barcelona, kota kedua terbesar di Spanyol, ada sekitar 45.000 demonstran.

Demonstrasi ini juga dilakukan di 80 kota besar dan kecil di seluruh Spanyol. Rencananya mereka akan terus berdemonstrasi hingga 15 Mei mendatang, yakni saat peringatan satu tahun dimulainya gerakan tersebut.

Gerakan warga Spanyol itu digalang melalui jejaring sosial online. Langkah ini telah menginspirasi gerakan protes serupa mulai dari Inggris hingga Occupy Wall Street di AS. ”Kami tidak pernah mundur. Kami tidak pernah berpaling, kami tidak pernah pergi,” ujar seorang perawat berusia 25 tahun di Barcelona.

Pemerintah kota Madrid menyatakan mereka tak akan menoleransi perkemahan demonstran berkepanjangan seperti tahun lalu. Tahun lalu, Puerta del Sol penuh dengan orang. Di sana didirikan berbagai macam fasilitas, mulai dari kantin hingga taman kanak-kanak dan perpustakaan.

Pemerintah Spanyol yang konservatif mengizinkan para demonstran menggunakan Puerta del Sol selama lima jam pada Sabtu lalu dan 10 jam setiap hari selama tiga hari hingga 15 Mei mendatang. Wakil Perdana Menteri Soraya Saenz de Santamaria mengatakan, pemerintah akan melihat apakah aturan tersebut dipatuhi oleh para demonstran.

Satu tahun setelah lahirnya gerakan tersebut, kondisi di Spanyol makin buruk. Angka pengangguran sebesar 24,4 persen untuk angkatan kerja umum dan 52 persen untuk angkatan kerja di bawah 25 tahun. Pemerintah juga akan memangkas lagi anggaran sebesar 30 miliar euro tahun ini.

Salah satu pemrotes, Mariana Santos (23), pekerja kantoran di Madrid, mengatakan, ”Penting untuk memperlihatkan bahwa kami masih ada di sini, bahwa masih ada ratusan orang yang ingin perubahan dan ingin berjuang untuk itu.”

Perdana Menteri Spanyol Mariano Rajoy membela keputusan pemerintah untuk memangkas lagi anggaran negara. ”Kami melakukan apa yang diperlukan, dan itu berarti membuat keputusan sulit. Kami melakukan berbagai hal yang tak ada dalam kampanye kami, tetapi harus dilakukan,” ujar Rajoy.

Demo London

Di London, kelompok Occupy London menduduki beberapa ruas jalan di ibu kota finansial Eropa itu. Mereka menyerukan penghentian kapitalisme predator.

Di jantung pusat finansial London, para demonstran antikapitalis mendirikan sekitar 10 tenda di luar Bank Sentral Inggris. Sebelumnya, ada sekitar 300 demonstran yang mengelilingi beberapa kantor pusat perbankan sebelum tiba di bank sentral. ”Bank Sentral Inggris berada pada persimpangan antara (sektor industri) finansial dan pemerintah,” ujar pendukung Occupy London, David Lincoln.

Para pengunjuk rasa mengenakan masker putih atau tenda yang bertanda ”V untuk Vendetta (dendam)”. Selain itu, mereka juga memegang spanduk bertuliskan ”kapitalisme predator biasa” dan ”kami mengharapkan demokrasi politik”.

Pemilu ulang

Sementara itu, Presiden Yunani Karolos Papoulias, hari Minggu, berusaha merangkul ketiga partai pemenang pemilu untuk membentuk pemerintahan. Ketiga pemenang pemilu parlemen tersebut tak berhasil membentuk pemerintahan koalisi.

Papoulias bertemu dengan pimpinan Demokrasi Baru, Pasok, dan Syriza. Tak seorang pun di antara mereka bertiga mau berbicara kepada pers setelah pertemuan selama 1,5 jam tersebut.

Jika tidak ada kesepakatan untuk membentuk pemerintahan, Yunani harus melaksanakan pemilu parlemen ulang bulan depan. (AP/AFP/Reuters/joe)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau