SAMPANG, KOMPAS.com — Keprihatinan terhadap korban pesawat Sukhoi Superjet 100 juga mengalir dari Kabupaten Sampang, Jawa Timur. Ratusan santri putra-putri Pondok Pesantren Nahdatut Tullab, Desa Prajan, Kecamatan Camplong, menggelar shalat ghaib dan istigasah di Masjid Jamik pesantren pada Minggu (13/5/2012).
Kegiatan yang dipelopori santri yang bergerak di bidang jurnalis pesantren ini mendapat dukungan dari para pengurus pesantren, ustaz, dan pengasuh pesantren. Jumali, salah satu santri jurnalis, mengatakan, sebagai santri, pihaknya turut berdukacita atas tewasnya sejumlah penumpang pesawat SSJ 100 di kawasan Gunung Salak, Bogor, Jawa Barat.
Terlebih lagi, di antara mereka ada empat jurnalis yang turut menjadi korban. "Dengan doa bersama ini, mudah-mudahan arwah para almarhum diterima di sisi Allah dan keluarga yang ditinggalkan diberi kesabaran dan ketabahan," katanya, Minggu.
Sementara itu, Ustaz Ilham, pembina santri jurnalis, mengungkapkan, dengan kegiatan tersebut, santri yang bergerak di jurnalis pesantren lebih kenal dengan tugas-tugas jurnalis di luar pesantren.
"Selain kita ajak mereka untuk prihatin sesama insan jurnalis, mereka juga lebih kenal dengan profesi jurnalis yang selalu siap dengan segala konsekuensi profesinya," ungkapnya.
Doa bersama berlangsung khidmat selama lebih kurang satu jam. Doa bersama diawali dengan shalat ghaib, lalu dilanjutkan pembacaan Al Quran dan istigasah yang ditutup dengan doa.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang