KPK Periksa Manajer Investasi Grup Permai

Kompas.com - 14/05/2012, 12:52 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Senin (14/5/2012), menjadwalkan pemeriksaan terhadap Manajer Investasi Grup Permai, Neni Kartini dalam penyidikan kasus dugaan tindak pidana pencucian uang (TPPU) terkait pembelian saham perdana PT Garuda Indonesia.

Neni akan dimintai keterangan sebagai saksi bagi tersangka kasus itu, Muhammad Nazaruddin. "Yang bersangkutan diperiksa sebagai saksi bagi tersangka MN (Muhammad Nazaruddin)," kata Kepala Pemberitaan dan Informasi KPK, Priharsa Nugraha, di Jakarta, Senin.

Neni dianggap tahu seputar dugaan tindak pidana yang dituduhkan ke bosnya tersebut.

Selain Neni, KPK memeriksa karyawan Grup Permai lainnya, yakni Syaiful Fahmi dan Ade Susanto.

Dalam persidangan kasus suap Wisma Atlet SEA Games, mantan Wakil Direktur Keuangan Grup Permai, Yulianis menyebut Neni ikut membereskan berkas dan uang Grup Permai saat penyidik KPK menggeledah kantor perusahaan tersebut.

Yulianis saat itu bersama Neni dan Oktarina Furi diperintahkan Nazaruddin untuk segera membereskan berkas dan menyelamatkan uang dalam brankas setelah Mindo Rosalina Manulang tertangkap tangan penyidik KPK, 21 April 2011.

Menurut penuturan Yulianis, dia beserta Neni dan Furi berhasil menyelamatkan uang dalam brankas-brankas Grup Permai. Isi semua brankas yang nilainya miliaran rupiah itu dimasukkan ke dalam kardus.

Nazaruddin, selain terlibat kasus suap wisma atlet, juga disangka melakukan tindak pidana pencucian uang terkait pembelian saham PT Garuda. Nazaruddin yang juga bos Grup Permai itu diduga menggunakan uang fee proyek untuk membeli saham perdana Garuda.

Nazaruddin divonis empat tahun sepuluh bulan dalam kasus suap wisma atlet.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau