Elpiji

Pasokan Kurang, Pengecer Berebut Gas Elpiji

Kompas.com - 14/05/2012, 13:46 WIB

PURWAKARTA, KOMPAS.com- Konsumen dan pedagang pengecer gas elpiji kemasan 3 kilogram di Purwakarta, Jawa Barat, berebut, seiring berkurangnya pasokan beberapa pekan terakhir. Selain berkurang, harga jualnya juga naik.

Rusman, pembeli asal Kelurahan Cipaisan, Kecamatan Purwakarta, Senin (14/5/2012), mengaku telah mendatangi tiga pengecer di Cipaisan. Namun, belum satu tabung pun dia dapat. "Saya butuh tiga, tapi belum dapat juga," ujarnya.

Menurut Rusman, selain langka, harga elpiji kemasan 3 kilogram juga naik dari Rp 15.000 menjadi Rp 17.000 per tabung. Di beberapa kios, pengecer bahkan ada yang menjual hingga Rp 20.000 per tabung.

Satu truk yang memasok elpiji 3 kilogram, mendadak "diserbu" pengecer dan pembeli yang sudah menunggu di sebuah pangkalan di Jalan Taman Pahlawan Purwakarta. Pengelola pangkalan mengaku telah mendapat pesanan dari pedagang warung dan pengecer hingga 300 tabung. Namun, jatah yang diberikan hanya 150 tabung.

"Karena pasokan ke kami dikurangi, jatah ke pedagang pengecer juga dikurangi, yang penting semua kebagian. Yang biasa memesan 8-10 tabung kini hanya dikasih 5-6 tabung," kata Rizki, pekerja di pangkalan gas elpiji itu.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau