Pasar Kondominium Makin Kompetitif

Kompas.com - 14/05/2012, 16:31 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Persaingan pasar kondominium di tahun 2012-2013 semakin kompetitif. Hal itu ditandai dengan ketatnya persaingan pembangunan kondominium yang tidak hanya di kawasan Jakarta, melainkan semakin menyebar seperti di Tangerang, Bogor, dan Depok.

Head of Research & Advisory at PT Cushman & Wakefield Indonesia, Arief Rahardjo, dalam diskusi "Prospek dan Investasi Kondominium pada 2012" di Jakarta, Senin (14/5/2012), mengatakan pasokan kondominium tahun ini akan bertambah sekitar 20.000 unit. Pasokan ini akan semakin meningkatkan pasar kondominium di Jakarta yang mempengaruhi tingkat penjualan unitnya.

Arief mengatakan, permintaan kondominium di Jakarta bisa meningkat karena tren tinggal di hunian vertikal serta pembeli makin membutuhkan kelengkapan fasilitas dalam satu kawasan. Saat ini, lanjut dia, untuk tinggal di rumah tapak di kawasan-kawasan premium di Jakarta Selatan, seperti Kebayoran Baru, Pondok Indah, atau Kemang sangat sulit. Kesulitan tersebut bisa disebabkan lahan yang semakin terbatas dan harganya makin mahal.

"Tahun 1980-1990, kondominium dibeli 70 % persen oleh investor, 30 % enduser. Tapi, sekarang kondominium dibeli 50 % investor dan 50 % enduser, terutama kondominium di kawasan CBD," ujarnya.

Ia menambahkan, meskipun terjadi penambahan pasokan, pada 2012 - 2013 mengalami penurunan tingkat hunian. Penurunan tingkat hunian diprediksi mencapai 55 % - 60 % dari tahun 2011, yaitu mencapai 60 % - 65 %.

"Penurunan tingkat hunian memang terjadi, tapi penjualan tetap stabil. Pada 2012-2013, pre sale mencapai 67 % dan proyeksi penjualan mencapai 95%," ujarnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau