JAKARTA, KOMPAS.com — Tiga tim yang dikirim Pemerintah Rusia ke Indonesia, berkaitan dengan jatuhnya pesawat Sukhoi Superjet 100, sepenuhnya berada di bawah koordinasi dan kontrol tim Indonesia. Ketiga tim Rusia tersebut terdiri dari tim SAR yang turut membantu mencari korban, tim forensik yang membantu mengidentifikasi korban, dan tim yang membantu menginvestigasi penyebab kecelakaan.
"Tim SAR di bawah koordinasi dan kontrol Basarnas, tim forensik berada di bawah koordinasi dan kendali Polri, sementara tim penyelidik kecelakaan di bawah kendali dan koordinasi KNKT (Komite Nasional Keselamatan Transportasi)," kata Juru Bicara Wakil Presiden Yopie Hidayat kepada para wartawan di Kantor Wakil Presiden, Jakarta, Senin (14/5/2012).
Hal ini disampaikan Yopie seusai pertemuan antara Wakil Presiden Boediono dan tim Rusia yang dipimpin oleh Wakil Menteri Perdagangan dan Perindustrian Rusia Yuri Slyusar. Turut hadir pada pertemuan tersebut, Duta Besar Rusia untuk Indonesia, Alexander Ivanov; dan Presiden United Aircraft Corporation Mikhail Pogosyan.
Sementara itu, Wakil Presiden (Wapres) didampingi, antara lain, Wakil Menteri Perhubungan Bambang Susantono, Dirjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Herry Bhakti, dan Pelaksana Harian Dirjen Amerika dan Eropa Kementerian Luar Negeri M Wahid Supriaydi.
Seperti diwartakan, dua pesawat angkut Ilyushin IL-76TD yang membawa tim dan peralatan khusus penanggulangan bencana dari Rusia tiba di Bandar Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Sabtu (12/5/2012). Pesawat tersebut membawa 68 personel yang terdiri atas tim SAR Centrospas dan pasukan elite SAR Rusia Leader Squad, serta para ahli psikologi untuk mendampingi keluarga dan kerabat korban. Mereka juga membawa lima peralatan SAR, termasuk satu helikopter BO 105 dan satu helikopter BK-117.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang