Mahasiswa UKI dan YAI Kembali Bentrok

Kompas.com - 14/05/2012, 22:39 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Bentrok antarkelompok mahasiswa kembali pecah di depan Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, Salemba, Jakarta Pusat, Senin (14/5/2012) malam. Tawuran ini melibatkan mahasiswa Universitas Kristen Indonesia (UKI) dan Universitas Persada Indonesia-YAI.

"Terjadi sekitar pukul delapan (20.00) lewat," kata salah seorang petugas kepolisian di lokasi kejadian, Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat.

Tawuran kali ini diduga dipicu oleh mahasiswa UKI. Disebutkan bahwa puluhan mahasiswa UKI melempari mahasiswa YAI dengan batu dan botol. Mereka juga melempar ke arah halaman kampus YAI.

Petugas Polsek Senen bersama Polres Jakarta Pusat langsung diterjunkan ke lokasi. Beberapa aparat bermotor juga dilibatkan untuk menyapu mahasiswa yang sedang melakukan aksi anarkistis tersebut. Kepala Polrestro Jakarta Pusat Komisaris Besar AR Yoyol memimpin langsung penindakan terhadap para pelaku tawuran.

Aksi kekerasan tersebut akhirnya diatasi sekitar pukul 21.30 WIB. Belum diketahui adanya korban luka ataupun kerusakan. Yang jelas, jalan di lokasi kejadian saat ini masih dipenuhi batu dan pecahan botol. Sementara itu, arus kendaraan yang sebelumnya mengalami pengalihan akibat tawuran sudah kembali normal.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau