City Akan Goyang MU

Kompas.com - 15/05/2012, 03:18 WIB

MANCHESTER, SENIN - Manchester City siap menciptakan keseimbangan kekuatan sepak bola Manchester setelah menjuarai Liga Inggris 2011/2012. Tim asuhan Roberto Mancini itu akan terus menyaingi rival sekota, Manchester United. Demi tekad mempertahankan gelar musim depan, sejumlah langkah disiapkan juga untuk memperbaiki performa mereka di Liga Champions.

”Saya pikir, bagi kami sungguh penting untuk menjuarai ajang ini. Di masa mendatang, Manchester City bakal mendapatkan masa depan yang cerah,” kata Mancini saat ditanya tentang terciptanya keimbangan kekuatan sepak bola Manchester pascasukses juara liga musim ini.

City juara setelah menundukkan Queens Park Rangers (QPR) 3-2 melalui drama dua gol menit tambahan oleh Edin Dzeko dan Sergio Aguero pada laga terakhir, Minggu (13/5). Mereka juara setelah unggul selisih delapan gol atas MU yang menang 1-0 di Sunderland.

”Ini akhir gila pada musim yang gila,” ujar Mancini. ”Saya belum pernah melihat final seperti ini. Tim terbaik telah memenangi juara. Saya pikir, kami memainkan sepak bola terbaik, mencetak paling banyak gol, memukul United dua kali.”

”Saya harap, kami terus juara. Saya gembira, Sir Alex Ferguson mengatakan ia merasa lebih muda dua atau tiga tahun karena persaingan ini. Saya harap, tak lama lagi ia merasa 10 tahun lebih muda,” kata Mancini.

”Kami memperlihatkan karakter besar untuk juara dengan cara ini, membuktikan kekuatan. Namun, jika ingin juara lagi, kami harus meningkatkan diri. Kami sudah banyak meningkat musim tahun ini, tetapi tahun depan kami harus berbenah untuk ajang ini dan Liga Champions.”

Ini untuk ketiga kali City juara Liga Inggris atau gelar pertama mereka setelah tahun 1968. Pencapaian ini masih jauh di bawah MU, yang mengoleksi 19 trofi liga dan tiga trofi Liga Champions.

”Menundukkan tim kuat seperti United adalah hal fantastis. Saya pikir, ini akan mengubah sejarah klub ini dan untuk itu kami seharusnya bangga,” kata Mancini.

Butuh waktu seabad

Pelatih MU Sir Alex Ferguson mengaku tak cemas melihat kebangkitan rival tetangganya itu. ”Kami tidak perlu cemas soal itu (City),” kata Ferguson. ”Saya pikir, kami punya sejarah yang kaya, lebih baik dari siapa pun, dan mereka butuh waktu seabad untuk sejajar dengan sejarah kami.” Dalam waktu dekat, persaingan kedua klub Manchester itu bakal terlihat di bursa transfer pemain musim panas.

Berbagai rumor menyebut sejumlah pemain yang dibidik City, seperti Radamel Falcao (Atletico Madrid), Raul Albiol (Real Madrid), dan Fernando Llorente (Athletic Bilbao). MU dilaporkan mengincar gelandang Shinji Kagawa dan striker Robert Lewandowski (Borussia Dortmund).

Namun, tidak seperti musim lalu, musim depan klub-klub tak bisa berbelanja pemain tanpa batas terkait langkah UEFA menerapkan Financial Fair Play. Dengan aturan ini, klub-klub harus memiliki neraca keuangan yang seimbang antara pemasukan dan pengeluaran.

Musim 2010, City merugi 197 juta poundsterling (Rp 2,9 triliun). Salah satunya akibat belanja sejumlah bintang, termasuk Yaya Toure dan David Silva. UEFA mengancam, jika aturan soal Financial Fair Play tak dipatuhi, klub-klub bisa dicopot dari kepesertaan di kompetisi Eropa.

Musim 2011/2012, City dan MU sama-sama kandas di penyisihan grup Liga Champions. (AP/AFP/REUTERS/SAM)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau