Infrastruktur

30 Saluran di Jakarta Utara Dikeruk

Kompas.com - 15/05/2012, 03:48 WIB

Jakarta, Kompas - Untuk mengurangi genangan dan mengendalikan banjir, tahun ini dilakukan normalisasi pada 30 saluran air di wilayah Jakarta Utara. Pekerjaan itu meliputi pengerukan lumpur dan sampah serta pelapisan beton pada saluran.

Selain itu, juga akan dibangun lima pompa baru untuk mengendalikan banjir rob akibat air laut pasang. Kelima pompa itu dibangun di Kamal Muara, Pejagalan, Pademangan Timur, subsistem Kali Sunter di Lagoa, dan subsistem Waduk Sunter Utara. Ditambah dengan pemasangan pompa baru untuk menggantikan pompa yang lama di kawasan Penjaringan.

Kepala Suku Dinas Pekerjaan Umum Tata Air Jakarta Utara Rifig Abdullah, Senin (14/5), mengatakan, sebagian besar pekerjaan itu merupakan usulan dari warga yang daerahnya kerap tergenang air saat hujan maupun ketika air laut pasang.

Pekerjaan normalisasi saluran itu tersebar di sejumlah lokasi di enam kecamatan yang ada di Jakarta Utara.

Dari hasil pengamatan, saluran-saluran itu dipenuhi sedimentasi lumpur dan sampah. Kedalaman sedimentasi berkisar 1 meter hingga 1,5 meter. Kondisi itu yang menyebabkan air di saluran air kerap meluap dan menyebabkan genangan.

”Lumpur dan sampah akan dikeruk semua sehingga saluran kembali normal seperti kondisi semula. Setelah itu saluran itu akan diperkuat dengan beton,” jelasnya.

Pekerjaan normalisasi saluran itu dianggarkan Rp 40 miliar. Saat ini pengerjaan itu dalam proses tender. Targetnya, pekerjaan itu dilakukan mulai bulan Juli hingga Desember.

Begitu pula untuk pembangunan pompa baru, saat ini juga tengah melalui proses tender. Proyek pembangunan pompa tersebut dianggarkan Rp 24 miliar.

Rifig mengatakan, normalisasi saluran dan pembangunan pompa baru dapat mengurangi genangan di wilayah Jakarta Utara sampai 25 persen. Dari kondisi semula 23 titik rawan genangan, bisa berkurang menjadi 17 titik.

”Setiap saluran yang dinormalisasi, nantinya kawasan di sekitarnya ditargetkan tak akan lagi tergenang air saat hujan maupun air laut pasang,” jelasnya.

  Apalagi dengan dibangunnya lima pompa baru, akan menambah jumlah pompa pengendali banjir di Jakarta Utara dari 71 pompa menjadi 76 pompa.

Pembangunan pompa di Kamal Muara, Penjaringan, merupakan salah satu proyek yang menjadi bagian dari pengendalian banjir rob di kawasan pesisir Jakarta bagian barat. Pompa itu ditargetkan selesai pada Desember bersamaan dengan penyelesaian peninggian tanggul laut di area Kamal Muara.

Menurut Rifig, tahun ini juga akan dilaksanakan proyek normalisasi Kali Sentiong yang beberapa tahun ini luapan airnya kerap menyebabkan banjir di kawasan Mangga Dua dan Pademangan. Proyek itu akan didanai Bank Dunia dan dilaksanakan oleh Pemprov DKI Jakarta lewat program Jakarta Emergency Dredging Initiative (JEDI).

Sejumlah warga mengharapkan agar pekerjaan normalisasi saluran itu dapat segera dilaksanakan. Sebab, genangan dari luapan air saluran itu dirasakan sangat mengganggu.

”Setiap kali saluran air meluap, pasti bikin kotor. Kaki juga jadi gatal kalau kena air itu,” tutur Rahman (40), warga Koja.(MDN)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau