Para petinggi Uni Eropa menegaskan, siapa pun yang memimpin pemerintah baru Yunani harus menghormati persyaratan penghematan anggaran dan reformasi yang sebelumnya disepakati.
Para analis semakin yakin Yunani akan meninggalkan euro. Sedianya, pada Senin, Yunani dijadwalkan kembali mendapatkan kucuran dana talangan sebesar 1 miliar euro, yang diberikan dengan syarat pemerintahan baru sudah terbentuk.
Saham di pasar saham Eropa berguguran karena kebuntuan politik di Yunani. Harga saham jatuh hingga titik terendah dalam empat bulan terakhir.
Menteri Luar Negeri Spanyol Jose Manuel Garcia-Margallo menegaskan, keanggotaan di zona euro diikat dengan aturan main. Jose Manuel Barroso, Presiden Komisi Eropa, mengatakan hal serupa ketika diwawancarai televisi Italia. Gubernur Bank Sentral Irlandia Patrick Honohan bahkan menyatakan, keluarnya Yunani dari zona euro tidak terlalu fatal dan dapat diatasi secara teknis.
Sebelum pertemuan, Menteri Keuangan Jerman Wolfgang Schaeuble memperingatkan jalan keluar yang tepat dan satu-satunya dari krisis adalah menghormati persyaratan dan jadwal reformasi dalam kesepakatan itu.
Pialang ETX Capital, Markus Huber, berpendapat, keluarnya Yunani mungkin merupakan jalan terbaik bagi zona euro dalam jangka panjang. Jika Yunani keluar, anggota lainnya dapat memfokuskan semua energi mereka untuk mendukung Spanyol dan Italia.
Hingga Senin siang waktu setempat, pemerintahan baru hasil pemilihan parlemen pekan lalu belum juga terbentuk. Seruan dilakukannya pemilihan ulang bulan depan semakin kencang.
Hari Minggu, pemimpin partai-partai kecil juga sudah bertemu dengan Presiden Karolos Papoulias. Pertemuan ini merupakan upaya terakhir untuk pembentukan pemerintah baru. ”Tidak ada pemerintahan dapat terbentuk,” ujar Fotis Kouvelis, pimpinan Partai Demokrasi Kiri. Penolakan Partai Syriza yang menempati tempat kedua dalam pemilu untuk bergabung dengan pemerintahan koalisi menjadi salah satu hambatan terbesar.
”Sebuah pemerintahan tanpa Syriza tidak akan populer dan tidak mendapat dukungan dari parlemen,” kata Kouvelis. Pemimpin Syriza Alexis Tsipras menyatakan tidak hadir dalam pembicaraan Senin lalu.
Selain buntunya pembentukan pemerintahan Yunani, kekalahan partai Kanselir Jerman Angela Merkel di pemilihan Negara Bagian North Rhine-Westphalia meningkatkan kekhawatiran Merkel—tokoh penting di zona euro—tidak akan bertahan dalam pemilu tahun depan.
Kekalahan tersebut merupakan yang terparah sejak Perang Dunia II. Hasil ini menunjukkan bahwa rakyat setempat menilai partai konservatif Kristen
Meskipun demikian, Merkel mengatakan kekalahan di negara bagian yang berpenduduk paling banyak itu tidak akan melemahkan posisinya. Merkel juga menyatakan dia sangat santai dengan pemilu 2013.
Di Madrid, puluhan ribu orang bergabung lagi di alun-alun Puerta del Sol. Pemerintah memberikan waktu berkumpul hingga pukul 10.00 malam. Mereka terus menyuarakan ketidakpuasan dan kemarahan kepada pemerintah yang tidak dapat berbuat banyak dalam mengatasi keadaan