UE Terus Menekan Yunani

Kompas.com - 15/05/2012, 04:02 WIB

BRUSSELS, Senin - Uni Eropa memperingatkan Yunani agar tetap berkomitmen pada kesepakatan untuk mendapatkan dana talangan, atau keluar dari zona euro. Para menteri keuangan Eropa akan bertemu di Brussels, Senin (14/5), saat partai politik di Athena belum juga berhasil membentuk pemerintahan baru.

Para petinggi Uni Eropa menegaskan, siapa pun yang memimpin pemerintah baru Yunani harus menghormati persyaratan penghematan anggaran dan reformasi yang sebelumnya disepakati.

Para analis semakin yakin Yunani akan meninggalkan euro. Sedianya, pada Senin, Yunani dijadwalkan kembali mendapatkan kucuran dana talangan sebesar 1 miliar euro, yang diberikan dengan syarat pemerintahan baru sudah terbentuk.

Saham di pasar saham Eropa berguguran karena kebuntuan politik di Yunani. Harga saham jatuh hingga titik terendah dalam empat bulan terakhir.

Menteri Luar Negeri Spanyol Jose Manuel Garcia-Margallo menegaskan, keanggotaan di zona euro diikat dengan aturan main. Jose Manuel Barroso, Presiden Komisi Eropa, mengatakan hal serupa ketika diwawancarai televisi Italia. Gubernur Bank Sentral Irlandia Patrick Honohan bahkan menyatakan, keluarnya Yunani dari zona euro tidak terlalu fatal dan dapat diatasi secara teknis.

Sebelum pertemuan, Menteri Keuangan Jerman Wolfgang Schaeuble memperingatkan jalan keluar yang tepat dan satu-satunya dari krisis adalah menghormati persyaratan dan jadwal reformasi dalam kesepakatan itu.

Pialang ETX Capital, Markus Huber, berpendapat, keluarnya Yunani mungkin merupakan jalan terbaik bagi zona euro dalam jangka panjang. Jika Yunani keluar, anggota lainnya dapat memfokuskan semua energi mereka untuk mendukung Spanyol dan Italia.

Tetap buntu

Hingga Senin siang waktu setempat, pemerintahan baru hasil pemilihan parlemen pekan lalu belum juga terbentuk. Seruan dilakukannya pemilihan ulang bulan depan semakin kencang.

Hari Minggu, pemimpin partai-partai kecil juga sudah bertemu dengan Presiden Karolos Papoulias. Pertemuan ini merupakan upaya terakhir untuk pembentukan pemerintah baru. ”Tidak ada pemerintahan dapat terbentuk,” ujar Fotis Kouvelis, pimpinan Partai Demokrasi Kiri. Penolakan Partai Syriza yang menempati tempat kedua dalam pemilu untuk bergabung dengan pemerintahan koalisi menjadi salah satu hambatan terbesar.

”Sebuah pemerintahan tanpa Syriza tidak akan populer dan tidak mendapat dukungan dari parlemen,” kata Kouvelis. Pemimpin Syriza Alexis Tsipras menyatakan tidak hadir dalam pembicaraan Senin lalu.

Khawatir

Selain buntunya pembentukan pemerintahan Yunani, kekalahan partai Kanselir Jerman Angela Merkel di pemilihan Negara Bagian North Rhine-Westphalia meningkatkan kekhawatiran Merkel—tokoh penting di zona euro—tidak akan bertahan dalam pemilu tahun depan.

Kekalahan tersebut merupakan yang terparah sejak Perang Dunia II. Hasil ini menunjukkan bahwa rakyat setempat menilai partai konservatif Kristen Demokrat merupakan partai yang tidak bertanggung jawab. Hasil ini juga membuat rasa percaya diri oposisi berhaluan tengah kiri semakin tinggi.

Meskipun demikian, Merkel mengatakan kekalahan di negara bagian yang berpenduduk paling banyak itu tidak akan melemahkan posisinya. Merkel juga menyatakan dia sangat santai dengan pemilu 2013.

Di Madrid, puluhan ribu orang bergabung lagi di alun-alun Puerta del Sol. Pemerintah memberikan waktu berkumpul hingga pukul 10.00 malam. Mereka terus menyuarakan ketidakpuasan dan kemarahan kepada pemerintah yang tidak dapat berbuat banyak dalam mengatasi keadaan ekonomi. (AP/AFP/Reuters/joe)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau