Larang Lady Gaga, Kepolisian Didesak Tak Diskriminatif

Kompas.com - 15/05/2012, 10:55 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Kepolisian didesak tidak berlaku diskriminatif dalam menegakkan aturan ketika menghadapi berbagai hal yang bertentangan dengan budaya Indonesia. Kepolisian harus juga bersikap tegas terhadap kelompok yang melakukan tindakan budaya negara lain.

"Jika terhadap pertunjukan manifestasi ideologi liberalisme-kapitalisme seperti konser Lady Gaga berani mereka (kepolisian) larang, maka terhadap aksi unjuk rasa yang memaksakan ideologi yang diimpor dari timur tengah tanpa filter kearifan lokal budaya bangsa sendiri juga harus disikapi dengan tegas," kata Ahmad Basarah, anggota Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat di Jakarta, Selasa
(15/5/2012 ).

Basarah dimintai tanggapan sikap Polda Metro Jaya yang tidak akan memberikan rekomendasi atas konser Lady Gaga yang hendak digelar pada 3 Juni 2012. Alasannya, banyak pihak memberikan masukan agar melarang konser itu karena penampilan Lady Gaga dinilai tidak sesuai dengan budaya dan moral bangsa Indonesia.

Polda Metro menyebut penampilan Lady Gaga dalam konser-konser sebelumnya memperlihatkan aurat dan gerakan-gerakan erotis yang cenderung menampilkan pornoaksi. Hal itu bertentangan dengan moral dan budaya bangsa Indonesia.

Basarah mendukung langkah Polda Metro yang tak memberikan rekomendasi konser tersebut. Menurut dia, saat ini perlu dilakukan seleksi terhadap berbagai intervensi budaya asing yang masuk ke Indonesia.

"Saat ini, bangsa kita tengah mengalami krisis jati diri keindonesiaannya. Dengan demikian, sikap Polda Metro yang menolak memberikan izin panitia konser Lady Gaga yang mempertontonkan kebebasan bereskpresi ala budaya barat patut diapresiasi," kata politikus PDI-P itu.

Namun, lanjut Basarah, Polda Metro juga harus melakukan ketegasan yang sama terhadap kelompok yang membubarkan diskusi buku di Salihara. "Pelarangan dan pembubaran diskusi di Salihara adalah contoh nyata pemaksaan kehendak oleh orang-orang yang ingin memaksakan ideologi transnasional dari timur tengah menjadi praktik hukum di Indonesia," pungkas dia.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau