Keberanian Tibo-Okto Bisa Jadi Jalan Masuk Rekonsiliasi

Kompas.com - 15/05/2012, 13:04 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) memberi apresiasi terhadap Oktovianus Maniani dan Titus Bonai yang memutuskan untuk membela timnas di turnamen Al-Nakbah Palestina. Kedua pemain dari klub yang berlaga di Indonesian Super League (ISL) itu sebelumnya mengalami kendala untuk membela skuad "Merah Putih".

Okto sempat mendapat kecaman dari klubnya, Persiram Raja Ampat, karena mangkir dari klub di tengah kompetisi Indonesia Super League (ISL) untuk mengikuti pemusatan latihan timnas di Yogyakarta. Bahkan, Persiram melalui manajernya, Henry Wairara berencana akan menggugat pemain berusia 22 tahun tersebut.

Sementara itu, langkah Tibo -- sapaan Titus Bonai -- juga sempat disesalkan klubnya, Persipura Jayapura. Pemain berusia 23 tahun yang statusnya di klub masih belum jelas disebut tidak pernah memberitahukan sama sekali rencananya membela timnas. Dia pun dikabarkan sempat mengalami masalah dengan paspornya yang diduga ditahan oleh kubu Persipura.

"Saya justru memberikan apresiasi kepada mereka (Tibo dan Okto), karena saya selaku tim rekonsiliasi memimpikan hal demikian. Jadi mereka ini bisa dianggap sebagai pahlawan," ujar penanggungjawab timnas Benhard Limbong saat jumpa pers di Kantor PSSI, Jakarta, Selasa (16/5/2012).

Limbong mengatakan, kehadiran dua pemain tersebut diharapkan dapat memacu proses rekonsiliasi yang tengah diupayakan pihaknya. PSSI, kata Limbong, akan tetap membuka pintu bagi sejumlah pemain ISL yang ingin membela timnas dalam sejumlah turnamen internasional mendatang.

"Jadi, mudah-mudahan dengan kehadiran mereka, rekonsiliasi bisa terwujud sehingga ke depannya kita dapat membangun PSSI yang lebih baik," kata Limbong.

Seperti diberitakan sebelumnya, Tibo dan Okto termasuk dalam 20 pemain yang diboyong ke Palestina. Keputusan ini mengejutkan karena kedua pemain tersebut baru bergabung hanya beberapa hari menjelang keberangkatan ke Palestina meski latihan telah digelar sejak 19 April lalu.

Timnas membutuhkan para pemain berkualitas untuk mengikuti turnamen ini. Di Grup B, Indonesia akan berhadapan dengan Irak, Uzbekistan, dan Kurdistan. Pada laga pertama, Indonesia akan melawan Uzbekistan pada 17 Mei. Sementara itu, dalam Grup A akan berkompetisi tuan rumah Palestina, Vietnam, Pakistan dan Srilanka serta Grup C, Tunisia, Jordan dan Mauritania.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau