JAKARTA, KOMPAS.com - Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) memberi apresiasi terhadap Oktovianus Maniani dan Titus Bonai yang memutuskan untuk membela timnas di turnamen Al-Nakbah Palestina. Kedua pemain dari klub yang berlaga di Indonesian Super League (ISL) itu sebelumnya mengalami kendala untuk membela skuad "Merah Putih".
Okto sempat mendapat kecaman dari klubnya, Persiram Raja Ampat, karena mangkir dari klub di tengah kompetisi Indonesia Super League (ISL) untuk mengikuti pemusatan latihan timnas di Yogyakarta. Bahkan, Persiram melalui manajernya, Henry Wairara berencana akan menggugat pemain berusia 22 tahun tersebut.
Sementara itu, langkah Tibo -- sapaan Titus Bonai -- juga sempat disesalkan klubnya, Persipura Jayapura. Pemain berusia 23 tahun yang statusnya di klub masih belum jelas disebut tidak pernah memberitahukan sama sekali rencananya membela timnas. Dia pun dikabarkan sempat mengalami masalah dengan paspornya yang diduga ditahan oleh kubu Persipura.
"Saya justru memberikan apresiasi kepada mereka (Tibo dan Okto), karena saya selaku tim rekonsiliasi memimpikan hal demikian. Jadi mereka ini bisa dianggap sebagai pahlawan," ujar penanggungjawab timnas Benhard Limbong saat jumpa pers di Kantor PSSI, Jakarta, Selasa (16/5/2012).
Limbong mengatakan, kehadiran dua pemain tersebut diharapkan dapat memacu proses rekonsiliasi yang tengah diupayakan pihaknya. PSSI, kata Limbong, akan tetap membuka pintu bagi sejumlah pemain ISL yang ingin membela timnas dalam sejumlah turnamen internasional mendatang.
"Jadi, mudah-mudahan dengan kehadiran mereka, rekonsiliasi bisa terwujud sehingga ke depannya kita dapat membangun PSSI yang lebih baik," kata Limbong.
Seperti diberitakan sebelumnya, Tibo dan Okto termasuk dalam 20 pemain yang diboyong ke Palestina. Keputusan ini mengejutkan karena kedua pemain tersebut baru bergabung hanya beberapa hari menjelang keberangkatan ke Palestina meski latihan telah digelar sejak 19 April lalu.
Timnas membutuhkan para pemain berkualitas untuk mengikuti turnamen ini. Di Grup B, Indonesia akan berhadapan dengan Irak, Uzbekistan, dan Kurdistan. Pada laga pertama, Indonesia akan melawan Uzbekistan pada 17 Mei. Sementara itu, dalam Grup A akan berkompetisi tuan rumah Palestina, Vietnam, Pakistan dan Srilanka serta Grup C, Tunisia, Jordan dan Mauritania.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang