TERNATE, KOMPAS.com - Upaya pencarian korban hilang atas peristiwa banjir lahar dingin Gunung Gamalama belum juga ditemukan. Padahal, pencarian korban hilang itu sudah dilakukan hingga ke Pulau Tidore, Pulau Moti dan Pulau Mare. Pihak keluarga meyakini korban hilang masih tertimbun material banjir lahar dingin.
Harun Ahmad warga Dufadufa Kota Ternate Utara, Selasa (15/5/2012) mengaku istri dan anaknya yang menjadi korban hilang atas peristiwa itu hingga kini belum juga ditemukan. Dia menyakini jasad istri dan anaknya itu masih tertimbun material lahar dingin.
"Karena sudah dicari hingga ke Tidore tapi belum dapat. Saya yakin mereka tertimbun bukan hanyut," ucap Harun.
Dia juga meyakini istri dan anaknya sudah meninggal saat dinyatakan hilang. Karenanya, dia mengaku telah melaksanakan tahlinan untuk istri dan anaknya itu. Disisisi lain, Harun justru menyesalkan upaya pencarian korban hilang yang dilakukan Pemerintah Kota Ternate.
Bagi Harun, upaya pencarian itu terkesan sangat lamban. Apalagi, beberapa alat berat yang hingga kini masih sibuk mengangkat material lahar dingin di berbagai titik kejadian, terkesan tidak serius mencari korban hilang.
Harun menilai kinerja alat berat lebih terkesan mengambil material lahar dingin berupa pasir yang diterbawa dari lereng gunung saat terjadi banjir. Padahal semestinya masih kata Harun, keberadaan alat berat di lokasi banjir harus mengutamakan pencarian korban hilang.
Sementara itu keluarga korban hilang lainnya justru meminta Pemerintah Kota Ternate agar menambah armada alat berat untuk mencari korban hilang yang diyakini masih tertimbun material lahar dingin.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang