Hendardji Sesalkan Birokrat yang Tak Netral

Kompas.com - 15/05/2012, 19:45 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Calon gubernur DKI Jakarta jalur independen, Hendardji Soepandji, yang berpasangan dengan Ahmad Riza Patria, mempertanyakan netralitas birokrat dalam pemilihan kepala daerah DKI Jakarta kali ini. Ia menduga ada pihak yang menggunakan mesin birokrasi untuk memenangkan calon tertentu pada pilkada.

Calon gubernur bernomor urut 2 ini merasa telah diperlakukan secara tidak adil. Saat dirinya mengikuti kerja bakti bersama warga RW 6 Kelurahan Karanganyar, Minggu (13/5/2012) kemarin, beberapa warga dan tokoh masyarakat mendapat teguran dari RW dan lurah setempat.

"Kenapa saya ditegur saat menghadiri undangan warga, sedangkan yang lain tidak? Padahal kan saya datang karena diundang. Yang melakukan harusnya yang berwenang, seperti Panwaslu, bukan lurah atau RW. Ini ada apa?" ujar Hendardji kepada wartawan, Selasa (15/5/2012).

Menurut Hendardji, ketidakadilan dalam pilkada juga bisa dilihat dari banyaknya alat peraga kampanye yang sudah banyak terpasang di jalan-jalan. Demikian halnya dengan iklan politik di media cetak, online, dan televisi yang telah dirilis oleh masing-masing cagub.

Meski demikian, ia akan menaati seluruh prosedur Komisi Pemilihan Umum Daerah sebagai penyelenggara. Salah satu yang dilakukannya adalah menaati aktivitas yang berkaitan dengan kampanye. "Kami belum memasang iklan karena kami taat azas," katanya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau