PSSI Akan Fasilitasi Pendidikan Pemain Timnas

Kompas.com - 15/05/2012, 19:50 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) menyatakan akan memfasilitasi pendidikan bagi sejumlah pemain tim nasional Indonesia. Ketua Umum PSSI, Djohar Arifin Husin mengatakan rencana tersebut dimaksudkan agar para pemain tersebut mendapat bekal di masa hari tuanya setelah tidak lagi berprofesi sebagai pemain bola.

Hal itu diungkapkan Djohar di sela-sela laga amal PSSI untuk pemain legendaris Abdul "Si Kancil" Kadir di Lapangan C Senayan, Jakarta, Selasa (15/5/2012) sore. Laga amal itu juga diikuti oleh sejumlah mantan pemain timnas, seperti Roni Pasla, Alexander Saununu, Yohanes Auri, Sarman Panggabean, Robby Binur, Oyng Lisa, Noah Meriam, Mustafa Umarella, dan Elly Idris.

"Agar hal itu tidak terulang lagi, kita beri peluang kepada pemain timnas untuk melanjutkan ke pendidikan ke perguruan tinggi dan juga mendapatkan beasiswa dari kerjasama PSSI dengan Universitas Gunadarma. Jadi, kita akan dorong mereka untuk dapat kuliah S1, S2, atau bahkan S3," jelas Djohar.

Djohar mengakui, selama ini memang kehidupan para mantan pemain timnas tempo dulu masih banyak memiliki nasib serupa seperti "Si Kancil". Maka dari itu, ia mengharapkan dengan adanya peluang untuk program pendidikan ini, sejumlah persoalan tersebut dapat diminimalisir.

"Kita paham, bagaimana pun bermain bola tidak akan lama, dan setelah itu mereka harus melanjutkan kehidupan, dan itu harus layak. Pemain kan banyak yang tidak mempersiapkan itu karena sibuk mengurus bola jadi melupakan pendidikan, pergaulan, bahkan masa depannya. Oleh karena itu, kami sebagai pengurus punya kewajiban untuk memastikan kehidupan mereka layak," kata Djohar.

"Jadi kita dari PSSI mengadakan peluang untuk membantu mantan pemain timnas, maupun pemain timnas yang masih aktif, yang kehidupannya kurang beruntung, agar mendapat kelayakan di masa tua," imbuhnya.

Abdul Kadir adalah salah satu legenda sepak bola nasional yang kondisi hidupnya memprihatinkan setelah pensiun dari sepak bola. Semasa hidupnya, pemain bertubuh mungil itu telah mempersembahkan sejumlah gelar bagi Indonesia seperti Juara Piala Raja 1968, Juara Merdeka Games 1969, dan Juara Pesta Sukan Singapura. Pemain yang masuk dalam skuad Asia All-Star 1966 hingga 1970 itu tutup usia pada 2003 silam.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau