Hollande tiba di Istana Elysee, Paris, Selasa pagi, dan langsung disambut Presiden Nicolas Sarkozy. Mereka kemudian bertemu secara tertutup selama sekitar 40 menit untuk serah terima berbagai dokumen rahasia Perancis, termasuk kode peluncuran senjata-senjata nuklir negara itu.
Politisi berusia 57 tahun itu kemudian dilantik beberapa saat menjelang pukul 11.00 waktu setempat, dalam upacara yang hanya dihadiri sekitar 400 orang. Hollande pun resmi menjabat Presiden Perancis, dan menjadi Presiden pertama dari Partai Sosialis setelah Francois Mitterrand.
Sesuai permintaannya sendiri, upacara pelantikan Hollande berlangsung sangat sederhana untuk ukuran negara sepenting Perancis. Ia hanya mengundang sekitar 40 relasi pribadi, termasuk pasangannya, wartawati Valerie Trierweiler. Anak-anak Hollande dan Trierweiler tidak menghadiri upacara pelantikan.
Dalam pidato pelantikannya, Hollande berjanji akan menjalankan pemerintahan dengan ”sederhana dan bermartabat”, sesuatu yang di era Sarkozy kadang tidak terjadi.
”Saya akan menetapkan berbagai prioritas, tetapi saya tidak akan membuat semua keputusan tentang segala hal sendirian,”
Ia juga berjanji membuat jalan baru bagi Eropa untuk keluar dari krisis, jalan yang tak melibatkan langkah penghematan berlebihan. ”Eropa butuh rencana-rencana. Eropa butuh solidaritas dan pertumbuhan,” ujar dia.
Namun, langkah Hollande diperkirakan tak akan mudah. Di dalam negeri ia dihadapkan pada utang negara yang sangat besar, pertumbuhan ekonomi yang lemah, pengangguran tinggi, dan daya saing yang terus menurun.
Di forum Eropa, pertama-tama ia harus berhadapan dengan Kanselir Jerman Angela Merkel, yang bersama Sarkozy merancang pakta pengetatan anggaran Uni Eropa. Merkel telah menegaskan pakta itu tak bisa dinegosiasikan ulang.
Beberapa pengamat menduga Hollande terlalu lembek untuk membuat berbagai perubahan besar. Ia diduga akan kembali ke kebiasaan lamanya, yakni berkompromi dengan semua orang.
Sesuai tradisi, Hollande kemudian diarak dengan mobil khusus beratap terbuka di sepanjang Champs-Elysee menuju monumen Arc de Triomphe. Saat itulah hujan mulai turun. Tak lama, presiden baru Perancis itu basah kuyup.