Tetap Bugar Saat Bepergian dengan Pesawat

Kompas.com - 16/05/2012, 08:46 WIB

KOMPAS.com - Kondisi tubuh yang fit dapat membuat kita lebih menikmati liburan. Namun, kegembiraan ini bisa saja terganggu akibat serangan berbagai penyakit, bahkan sebelum kita berhasil mendarat di tempat tujuan. Ya, ancaman kesehatan bisa saja terjadi ketika masih dalam perjalanan dengan pesawat terbang.

Menurut Charles Gerba, PhD, profesor di bidang environmental microbiology dari University of Arizona, ada begitu banyak bakteri yang tersebar di dalam kabin pesawat. "Mulai dari tempat duduk hingga kamar mandi, semua mengandung bakteri dalam jumlah tidak sedikit. Belum lagi jika Anda melakukan perjalanan panjang bersama orang yang sedang flu atau batuk," kata Gerba.

Namun, bukan berarti kita pasti tertular penyakit jika naik pesawat. Inilah beberapa hal yang bisa dilakukan agar bisa sampai di tempat tujuan dengan selamat dan sehat:

1. Tingkatkan daya tahan tubuh
Seminggu sebelum bepergian, terutama malam sebelum jadwal naik pesawat, pastikan Anda telah cukup tidur, anjur Sezelle Gereau Haddon, MD, spesialis THT dari Beth Israel Medical Center, New York City. "Hampir 99 persen kasus infeksi saluran pernafasan atas didapat karena menyentuh area-area yang telah terkontaminasi oleh penderita batuk dan flu," katanya. Saat di pesawat, konsumsi vitamin C untuk meningkatkan daya tahan tubuh.

2. Hindari haus
Minum banyak air harus menjadi agenda utama selama perjalanan, meski memang Anda mungkin tidak dapat membawa terlalu banyak ke dalam pesawat demi alasan keamanan. Ahli nutrisi Ashley Koff, RD, dari Hollywood, menganjurkan Anda sudah minum banyak air sejak sehari sebelum jadwal terbang. Sesaat sebelum boarding, minumlah air kelapa yang banyak mengandung potasium, salah satu zat yang dapat membantu menjaga kadar hidrasi tubuh.

3. Bersihkan area tempat duduk Anda
Biasakan untuk mengelap area tempat duduk, sandaran tangan, hingga tombol-tombol di atas tempat duduk dengan tisu antibakteri, sebelum Anda menempatinya. Anda juga bisa menuang beberapa tetes hand sanitizer ke sebuah serbet, kemudian dipakai untuk mengelap. Gunakan juga hand sanitizer sebelum makan dan setelah kembali dari kamar mandi.

"Mencuci tangan dengan sabun dan air memang efektif, tapi jangan lupa bahwa ada lebih banyak bakteri lagi di wastafel," kata Mark Gendreau, MD, pakar kesehatan penerbangan dari Tufts University.

4. Perhatikan makanan dan minuman
Minuman mengandung kafein dan alkohol yang sering ditawarkan di pesawat tidak hanya berpotensi menyebabkan dehidrasi, namun juga membuat perut mudah kembung. Sementara makanan manis membuat kondisi pencernaan menjadi lebih asam, sehingga rentan terhadap penyakit. Koff menganjurkan Anda untuk lebih banyak menyantap sayur-sayuran dan kacang-kacangan, misalnya kacang almon.

"Hindari juga makan terlalu banyak sebelum naik pesawat, karena ini juga bisa membuat perut kembung dan tidak nyaman," katanya.

5. Terjaga di saat-saat penting
Tekanan udara di dalam kabin dapat membuat Anda muda pusing, mual, sakit kepala, dan telinga seperti tuli. Untuk menurunkan tekanan udara, Andrew Parker, MD, spesialis THT dari Norwalk, Connecticut, menganjurkan Anda tidak tidur saat pesawat lepas landas dan mendarat, agar bisa menelan ludah untuk menghilangkan gangguan pada area telinga. Atau, kunyahlah permen karet atau permen jahe untuk menghilangkan rasa mual.

Baca juga:
Hati-hati Memilih Window Seat di Pesawat

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau