Kalbar Tolak Kerja Sama dengan Nelayan Vietnam

Kompas.com - 16/05/2012, 12:24 WIB

PONTIANAK, KOMPAS.com -- Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat menolak proposal kerja sama pengelolaan potensi perikanan di wilayah Kalbar yang diajukan oleh nelayan dan pengusaha asal Vietnam. Selain karena kewenangannya ada di pemerintah pusat, Pemprov Kalbar khawatir, kerja sama itu akan menjadi semacam legalisasi tindakan ilegal penjarahan ikan yang selama ini terjadi.

Wakil Gubernur Kalbar Christiandy Sanjaya mengatakan, proposal itu diajukan langsung ke Pemprov Kalbar beberapa waktu lalu oleh kelompok nelayan dan pengusaha bidang perikanan asal Vietnam. "Kebetulan saya yang menerima. Saya langsung tolak karena khawatir kerja sama itu nantinya jadi legalisasi tindakan ilegal yang selama ini telah dilakukan oleh nelayan asal Vietnam di perairan Indonesia," kata Christiandy, Rabu (16/5/2012).

Nelayan Vietnam paling sering tertangkap di Laut China Selatan dan sekitarnya karena menjarah ikan. Laut Vietnam sudah over fishing padahal mereka sudah menandatangani kontrak ekspor ke beberapa negara.

Kendati menolak proposal itu, Pemprov Kalbar menyerahkan sepenuhnya kebijakan itu kepada pemerintah pusat. "Kami berharap, kalaupun akan diterima proposal kerja sama itu, harus ada syarat yang mereka penuhi dulu. Misalnya, mereka harus membangun pabrik pengolahan ikan skala besar di Indonesia dan sebagian kecil tangkapan baru boleh dibawa ke Vietnam.

"Tanpa syarat itu, saya khawatir ikan di Indonesia akan diambil sebanyak-banyaknya, tetapi kita tidak mendapatkan nilai tambah yang signifikan," kata Christiandy.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau