Penderita Thallasemia Doakan Korban Sukhoi

Kompas.com - 16/05/2012, 20:45 WIB

MEDAN, KOMPAS.com - Peristiwa kecelakaan pesawat Sukhoi Superjet 100 di Gunung Salak, Jawa Barat, mendapat perhatian dari para penderita Thallasemia.

Dalam rangka memperingati hari Thallasemia sedunia yang jatuh pada hari ini, Rabu (16/5/2012), para penderita menggelar acara doa bersama untuk para korban musibah tersebut.

Doa bersama dilakukan puluhan anak penderita Thallasemia bersama orang tua dan tenaga medis di RSUP H Adam Malik, Medan.

"Semoga arwah para korban diterima di sisi Tuhan dan keluarganya diberikan ketabahan serta kesabaran," kata Tulus Munthe (9), salah seorang penderita Thallasemia.

Selain doa, peringatan tersebut juga diisi dengan pembacaan puisi, tari-tarian, dan fashion show yang dibawakan para penderita thallasemia.

Ketua Perhimpunan Orangtua Penderita Thallasemia (POPTI) Sumut Sarmawati menambahkan, panitia sebelumnya juga menggelar screening test sampel darah anak-anak di Politeknik Negeri Medan.

"Doa kepada korban Sukhoi merupakan bentuk kepedulian kita kepada musibah yang terjadi," katanya.

Thalasemia merupakan penyakit anemia hemolitik di mana terjadi kerusakan sel darah merah di dalam pembuluh darah sehingga umur eritrosit menjadi pendek atau kurang dari 100 hari.

"Normalnya, sel darah merah pecah 150 hari," kata dr Olga Rasiyanti SpA dari Bagian Hematologi Onkologi RSUP H Adam Malik.

Penderita penyakit ini mudah lemas dan lelah. Mereka harus terus mendapatkan transfusi darah tanpa boleh kelebihan zat besi.

Penyakit ini belum bisa disembuhkan secara langsung. Meskipun merupakan penyakit yang diturunkan secara genetik, namun langkah pencegahan bisa dilakukan.

"Misalnya dengan melakukan screening test bagi calon pasangan yang akan menikah. Kita bisa cek dulu, apakah calon pasangan kita membawa penyakit atau tidak. Ini perlu dilakukan karena masyarakat Indonesia dinilai memiliki ginetik yang kuat untuk menurunkan thallasemia," jelasnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau