Senjata ilegal

Iran Palsukan Dokumen Kapal untuk Hindari Sanksi

Kompas.com - 17/05/2012, 12:04 WIB

TEHERAN, KOMPAS.com -- Iran telah memalsukan dokumen kapal yang digunakan untuk pengiriman senjata ilegal ke Suriah. Bahkan Iran juga telah berusaha mengganti nama dan kepemilikan kapal.

Semua itu dilakukan untuk menghindari sanksi baru dari komunitas internasional, menurut seorang diplomat PBB, Rabu (16/5/2012) di New York, Amerika Serikat. Dia mengutip laporan hasil diskusi panel pemantau ahli PBB atas kasus Iran.

Dewan Keamanan PBB mulai pertama kali menjatuhkan sanksi terhadap Iran pada Desember 2006. Diharapkan, sanksi itu dapat menekan Teheran untuk menghentikan pengayaan uranium dan memulai perundingan tentang program nuklirnya itu. Meskipun sudah empat putaran sanksi diberikan, Iran tetap tak mengindahkannya.

Pengayaan uranium dapat digunakan untuk membuat bahan bakar nuklir dan bahan senjata nuklir, tetapi Iran mengatakan, nuklirnya untuk tujuan damai. Kali ini tim pemantau atas penerapan sanksi-sanksi terdahulu menemukan pelanggaran baru.

Iran telah melakukan tiga pengapalan senjata ilegal, termasuk roket, ke Suriah. Iran bakal terkena sanksi baru lagi. Diplomat itu, yang meminta namanya dirahasiakan karena dokumen hasil rapat delapan pemantau DK PPB belum dirilis, mengatakan Iran telah memanipulasi dokumen pengiriman senjata ilegal itu. Tidak hanya itu, pemilik dan nama kapal pun diganti untuk menghindari sanksi dari PBB.

Iran dilaporkan mengubah kepemilikan, nama dan bendera kapal, padahal kapal itu masuk dalam daftar kapal yang sudah terkena sanksi PBB sebelumnya. "Pengiriman ilegal itu mungkin saja masih terus berulang," ujar diplomat tesebut.

Dia mengungkapkan, Iran menyembunyikan penggunaan dan pengguna akhir barang, memalsukan dokumen, menghubngi beberapa pemasok untuk item yang sama, dan menggunakan warga Iran diaspora untuk mengamankan barang ilegal.

Panel komisi pemantau sanksi dari DK PBB mengatakan, transaksi keuangan Iran menggunakan bisnis pengiriman uang yang dikenal sebagai hawalas. Tansaksi keuangan, perdagangan barter, semuanya meningkat.

Terungka pula tentang kasus perusahaan non-keuangan skala kecil yang dipimpin oleh seorang ekspatriat Iran, yang telah berubah menjadi perusahaan yang terlibat dalam mentransfer dana yang diterima dari bank Iran ke berbagai penerima di seluruh dunia.

"Sebanyak 11 miliar dollar AS telah diproses selama 18 bulan oleh perusahaan itu. Semua transaksi itu diduga untuk membiayai program nuklir," kata diplomat itu merujuk dokumen diskusi panel.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau