Hendardji: Kumis Harus Dibersihkan

Kompas.com - 17/05/2012, 17:33 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Dalam debat calon gubernur DKI Jakarta di selter transjakarta Ragunan, Kamis (17/5/2012), Hendardji Soepandji, calon gubernur DKI Jakarta dari jalur independen mengatakan bahwa dirinya akan fokus membersihkan kumis.

Kumis yang dimaksud adalah kepanjangan dari kumuh dan miskin. Caranya, Hendardji menyebutkan bahwa pemeliharaan lingkungan dengan menghilangkan kekumuhan dan kemiskinan di Jakarta akan menjadi salah satu program utama mereka.

"Program saya membersihkan kumis, kumuh dan miskin. Kekumuhan itu kan masih mewarnai di mana-mana, sampah bertebaran di mana-mana, itu ada di 267 kelurahan," tutur Hendardji.

Hendardji menambahkan bahwa masalah kemiskinan juga menjadi masalah yang harus diselesaikan secepatnya.

"Kemudian pendapatan, di 267 kelurahan itu selalu ada orang yang masih berpenghasilan Rp 300.000, belum lagi yang tidak punya pekerjaan, pengangguran, jumlahnya masih banyak sekali. Itulah mengapa kumis itu harus dibersihkan supaya tidak ada kumis lagi," tutur Hendardji.

Selain membersihkan kekumuhan dan kemiskinan di Jakarta, Hendardji juga menjanjikan perbaikan seluruh fasilitas publik, termasuk busway.

"Seluruh fasilitas publik diperbaiki. Jika fasilitas baik, otomatis pelayanan publik juga akan baik," ujar Hendardji. (Bahri Kurniawan)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau