Diskusi gerakan nonblok

Nilai-nilai Gerakan Nonblok Masih Relevan

Kompas.com - 17/05/2012, 22:59 WIB

LJUBJANA, KOMPAS.com - Nilai-nilai yang dikembangkan Gerakan Nonblok sampai saat ini masih relevan untuk dikembangkan. Nilai-nilai itu, antara lain penghargaan kepada kemerdekaan setiap bangsa, penghargaan pada kemanusian, mandiri, kesetaraan, dan bertumbuh atas dasar kemampuan sendiri masih relevan sampai kini.

Demikian dikatakan Presiden Kelima Republik Indonesia (RI) Megawati Soekarnoputri dalam diskusi tentang Gerakan Nonblok: Masa Lalu, Kini, dan Masa Depan di Ljubljana, Slovenia, Kamis (17/5/2012) sore atau Kamis malam WIB.

Wartawan Kompas, Tri Agung Kristanto, melaporkan, Megawati menjadi pembicara utama dalam diskusi yang digelar Slovenian Council for Foreign Affairs. Pembicara lain, adalah mantan Menteri Luar Negeri Yugoslavia Budimir Luncar, Zijad Becirovic dari International Institute for Middle East and Balkan Studies, dan Wakil Ketua DPR Pramono Anung Wibowo.

Ketiga pembicara yang lain juga sepakat, Gerakan Nonblok saat ini masih diperlukan. Namun memang memerlukan redefinisi, karena persoalan dan tantangan yang dihadapi saat ini berbeda dengan pada masa lalu. Apalagi, negara penggagas gerakan itu kini tak semuanya masih bertahan. Yugoslavia misalnya sudah terpecah, antara lain menjadi Slovenia.

Megawati menegaskan, kesetaraan sebagai salah satu nilai yang dikembangkan Gerakan Nonblok, saat ini amat penting, terutama dalam situasi ekonomi global. Gerakan nonblok tak inginkan ada manipulasi dalam pertumbuhan ekonomi global, yang justru merugikan negara berkembang.

"Saya, partai saya (PDIP), dan Indonesia akan terus mempromosikan nilai-nilai Gerakan Nonblok," kata Megawati lagi. 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau