LJUBJANA, KOMPAS.com - Nilai-nilai yang dikembangkan Gerakan Nonblok sampai saat ini masih relevan untuk dikembangkan. Nilai-nilai itu, antara lain penghargaan kepada kemerdekaan setiap bangsa, penghargaan pada kemanusian, mandiri, kesetaraan, dan bertumbuh atas dasar kemampuan sendiri masih relevan sampai kini.
Demikian dikatakan Presiden Kelima Republik Indonesia (RI) Megawati Soekarnoputri dalam diskusi tentang Gerakan Nonblok: Masa Lalu, Kini, dan Masa Depan di Ljubljana, Slovenia, Kamis (17/5/2012) sore atau Kamis malam WIB.
Wartawan Kompas, Tri Agung Kristanto, melaporkan, Megawati menjadi pembicara utama dalam diskusi yang digelar Slovenian Council for Foreign Affairs. Pembicara lain, adalah mantan Menteri Luar Negeri Yugoslavia Budimir Luncar, Zijad Becirovic dari International Institute for Middle East and Balkan Studies, dan Wakil Ketua DPR Pramono Anung Wibowo.
Ketiga pembicara yang lain juga sepakat, Gerakan Nonblok saat ini masih diperlukan. Namun memang memerlukan redefinisi, karena persoalan dan tantangan yang dihadapi saat ini berbeda dengan pada masa lalu. Apalagi, negara penggagas gerakan itu kini tak semuanya masih bertahan. Yugoslavia misalnya sudah terpecah, antara lain menjadi Slovenia.
Megawati menegaskan, kesetaraan sebagai salah satu nilai yang dikembangkan Gerakan Nonblok, saat ini amat penting, terutama dalam situasi ekonomi global. Gerakan nonblok tak inginkan ada manipulasi dalam pertumbuhan ekonomi global, yang justru merugikan negara berkembang.
"Saya, partai saya (PDIP), dan Indonesia akan terus mempromosikan nilai-nilai Gerakan Nonblok," kata Megawati lagi.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang