ROMA, Kompas.com - Novak Djokovic dan Rafael Nadal maju ke perempat-final turnamen tenis Roma Masters Kamis.
Namun unggulan keempat Andy Murray terhambat untuk ke Prancis Terbuka setelah kalah dari Richard Gasquet. Petenis Prancis tersebut mengalahkan Murray dengan skor 6-7 (1/7), 6-3, 6-2.
Murray mengatakan bahwa dirinya bermasalah dengan punggungnya sejak Desember namun tidak bersedia menjelaskan secara rinci tentang gejala atau perawatannya.
Akan tetapi, dia mengakui sedang berpacu dengan waktu sementara Prancis Terbuka akan mulai di Paris pada Minggu pekan depan.
"Saya telah merasakannya selama berbulan-bulan, tapi saya tidak belum sempat untuk istirahat. Saya telah mencoba untuk tidak membuatnya bertambah parah, tapi otot-otot mulai kewalahan untuk mengimbanginya," kata Murray, yang melewatkan Madrid Master karena masalah tersebut.
"Saya mempunyai banyak pertandingan besar ke depan dan tidak ada waktu banyak untuk istirahat. Semoga ketika Prancis Terbuka, saya berada di kondisi puncak," kata Murray.
Unggulan pertama sekaligus juara bertahan Djokovic mengalahkan petenis Argentina Juan Monaco dengan skor 4-6, 6-2, 6-3 sementara ungulan kedua dari Spanyol, Rafael Nadal, dengan tanpa ampun membantai rival senegaranya Marcel Granollers dua set langsung 6-1, 6-1.
"Keadaanya sangat sulit tadinya bagi kami berdua. Saya pada akhirnya menyelesaikan pertandingan tersebut," kata Nadal, yang akan menghadapi Tomas Berdych setelah finalis Madrid Open tersebut mengalahkan petenis Spanyol Nicolas Almagro 7-6 (7/3), 6-3.
Unggulan keenam dari Spanyol David Ferrer mengalahkan petenis unggulan ke-11 dari Prancis Gilles Simon 6-0, 7-6 (7/5).
Dengan angin kencang yang membuat pertandingan menantang, Djokovic sempat membanting raketnya untuk memotivasi dirinya setelah kalah di set pembuka dengan Monaco. "Sangat sulit bermain saat angin kencang, tapi itu lah yang kami berdua rasakan," kata Djokovic.
"Dia mampu menghadapi kondisi itu dengan baik di awal, namun setelah satu set dan separuh set saya mulai bermain bagus dan merubah strategi saya," kata Djokovic.
"Saya tidak pernah mengharapkan pertandingan mudah melawan dia pada permukaan lapangan favoritnya. Saya merasa mulai memukul bola lebih baik. Saya menemukan irama permainan saya," kata Djokovic.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang