Rossi: Kritikan Stoner tentang MotoGP Tidak Realistis

Kompas.com - 18/05/2012, 18:54 WIB

LE MANS, Kompas.com - Pebalap Ducati, Valentino Rossi, menanggapi kritikan Casey Stoner bahwa MotoGP seharusnya hanya fokus pada balapan untuk motor prototype. Menurut "The Doctor", apa yang disampaikan Stoner itu tidak realistis karena situasi perekonomian dunia sedang goncang.

Setelah membuat pengumuman bahwa dirinya akan pensiun pada akhir musim 2012 ini, Stoner menjelaskan alasan utama keputusannya tersebut. Di hadapan media saat jumpa pers pra-event GP Perancis, Kamis (17/5/2012) malam, pebalap Australia tersebut mengatakan bahwa regulasi MotoGP membuat gairahnya berkompetisi di ajang ini nyaris hilang.

Pasalnya, kehadiran kategori CRT (Claim Rule Team) yang merupakan solusi penghematan biaya, dinilai tidak memberikan nilai lebih untuk MotoGP. Tim-tim murah itu sangat tidak kompetitif untuk bersaing dengan tim pabrik.

Rossi sepakat dengan apa yang dilontarkan Stoner, bahwa tim tersebut sulit bersaing di barisan depan. Akan tetapi, kondisi saat ini mengharuskan adanya tim tersebut.

"Saya setuju dengan opininya, tetapi tentu saja anda harus bertahan dengan kondisi sekarang. Akan lebih menyenangkan bagi siapa saja untuk membalap dengan 25 motor prototype di lintasan, tetapi tak ada lagi orang yang memiliki uang," ujar juara dunia tujuh kali MotoGP tersebut.

"Bagiku, mengendarai motor masih sangat menyenangkan, seperti datang ke sini dan bekerja dengan timku agar berbuat sebaik mungkin. Akhir-akhir ini balapan kurang bisa dinikmati dibandingkan beberapa tahun lalu, tetapi saya tidak berpikir hal tersebut menenggelamkan para pebalap: saya pikir ini lebih kepada masalah teknis."

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau