Daftar Pemilih Janggal, Rapat Pleno DPT Ditunda

Kompas.com - 18/05/2012, 19:00 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Lantaran banyak mendapat masukan dari masyarakat terkait janggalnya jumlah Daftar Pemilih Sementara (DPS), rapat pleno terkait dengan penetapan Daftar Pemilih Tetap (DPT) tingkat kelurahan ditunda.

Ketua Kelompok Kerja (Pokja) Pendataan Pemilih KPU Provinsi DKI Jakarta, Aminullah mengungkapkan bahwa rapat pleno di tingkat Panitia Pemungutan Suara (PPS) kelurahan benar ditunda. Selanjutnya, pihaknya akan melakukan verifikasi kembali terhadap temuan adanya pemilih ganda dan sejumlah kejanggalan lain.

"Pleno di tingkat PPS ditunda. Kami tunggu masukan dari masyarakat. Kemudian akan diverifikasi lagi, karena harus ada buktinya," kata Aminullah, di Jakarta, Jumat (18/5/2012).

Meski rapat pleno penetapan DPT tertunda, Aminullah tetap berharap jadwal yang telah ditetapkan berjalan sebagaimana mestinya. Menurut jadwal KPU Provinsi DKI Jakarta, rapat pleno tingkat PPS dilakukan pada 18-20 Mei dan pengumuman DPT pada 20-22 Mei.

"Jika rapat pleno di tingkat PPS lancar maka untuk tingkat selanjutnya sudah lebih mudah, sehingga mudah-mudahan tidak menunda proses selanjutnya," jelasnya.

Pihak KPU Provinsi DKI Jakarta pun akan segera mengumpulkan KPU tingkat kota untuk memberitahukan perihal penundaan rapat pleno ini pada Jumat (18/5/2012) malam ini. Sebelumnya, KPU Provinsi DKI Jakarta juga sudah melakukan koordinasi dengan Komisi A DPRD DKI Jakarta terkait proses tahapan Pilkada 2012 ini.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau