Perekonomian

Pariwisata Pulihkan Ekonomi Dunia

Kompas.com - 19/05/2012, 02:54 WIB

Jakarta, Kompas - Presiden Meksiko Felipe Calderon, sebagai ketua dari G-20, tahun 2012 memprioritaskan peran dan sumbangan sektor pariwisata untuk pemulihan perekonomian dunia dan penciptaan lapangan kerja.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Mari Elka Pangestu dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Jumat (18/5), mengatakan, Calderon menyebut pariwisata penting bagi pemulihan ekonomi dunia dan penciptaan lapangan kerja, terutama jenis pekerjaan yang lebih baik dan penghasilan yang lebih tinggi.

Setelah perekonomian tumbuh berbasis pertanian, komoditas, dan industri olahan, pertumbuhan sektor jasa-jasa, termasuk jasa pariwisata, akan menjadi sumber pertumbuhan abad ke-21.

Mari menegaskan, Indonesia mengusulkan agar ada program aksi yang lebih luas dalam mendorong pariwisata sebagai bagian dari solusi pelambatan perekonomian dunia dan penciptaan lapangan kerja.

Program itu, di samping fasilitasi visa, perlu diprioritaskan kerja sama yang berada di bawah kerangka G-20, seperti konektivitas terkait kerja sama infrastruktur ataupun membuat rezim jasa-jasa transportasi yang lebih kondusif dan efisien. Juga perlu program pembangunan, terutama terkait financial inclusion serta pengembangan usaha kecil dan menengah (UKM).

Mari mengatakan, ”Kesepakatan dan implementasi program aksi tersebut dapat menjadi program lanjutan bagi G-20. Hal itu sangat menguntungkan Indonesia mengingat pentingnya sektor pariwisata bagi Indonesia, dan juga akan sejalan dengan program prioritas di ASEAN, Asia Timur, dan APEC.”

Mari menjadi salah satu peserta pertemuan tingkat menteri pariwisata di Merida, Meksiko. Pertemuan ini merupakan yang keempat kali setelah digelar tahun 2009.

”Meksiko telah memprioritaskan sektor pariwisata dengan mendeklarasikan tahun pariwisata tahun 2011-2012. Upayanya berupa relaksasi visa, komitmen untuk kerja sama antarsektor untuk mengatasi kendala pariwisata, seperti prasarana, dan meningkatkan anggaran untuk promosi pariwisata,” ujar Calderon.

Dalam pertemuan itu terungkap, pariwisata menyumbang 9 persen terhadap produk domestik bruto (PDB) dunia secara langsung dan tidak langsung. Di Indonesia, pariwisata menyumbang langsung 4,1 persen terhadap PDB dan penyumbang tidak langsung 9 persen dari PDB.

Sektor pariwisata tahan terhadap pelambatan pertumbuhan ekonomi dunia dengan pertumbuhan pariwisata global sebesar 4.6 persen tahun 2011. Ada 982 juta orang berwisata. Hingga kuartal I-2012, Organisasi Pariwisata Dunia mencatat pertumbuhan 5,8 persen. Tahun 2012, jumlah wisatawan diperkirakan mencapai lebih dari 1 miliar orang.

Berdasarkan catatan Organisasi Buruh Internasional (ILO), tahun 2011 pariwisata menciptakan 244 juta pekerjaan atau 8,7 persen dari penyerapan tenaga kerja di dunia. Penyerapan tenaga kerja di pariwisata penting untuk kelompok muda dengan usai di bawah 30 tahun. (*/OSA)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau