Sepak bola

Nasib Di Matteo Tak Jelas

Kompas.com - 20/05/2012, 02:01 WIB

MUENCHEN, SABTU - Final Liga Champions, Bayern Muenchen versus Chelsea, berakhir Minggu (20/5) dini hari WIB tadi. Begitu peluit terakhir wasit Pedro Proenca ditiup, sang juara telah diketahui. Akan tetapi, tidak demikian halnya dengan Pelatih Chelsea Roberto Di Matteo.

Nasib pelatih sementara Chelsea berusia 41 tahun itu belum diketahui dengan pasti, apakah ia akan mendapatkan kontrak permanen atau status pelatih tetap, termasuk jika Chelsea menjuarai Liga Champions. ”Saya hanya berusaha memikirkan tim ini,” kata Di Matteo saat ditanya arti pentingnya kemenangan Chelsea di final Liga Champions bagi kariernya, Jumat lalu.

”Saya merasa bertanggung jawab atas klub ini. Ini agak tidak terlalu memikirkan diri sendiri, tetapi itulah yang saya rasakan,” lanjut pelatih asal Italia itu. Di Matteo menangani ”The Blues” sebagai pelatih caretaker, menggantikan Andre Villas-Boas yang dipecat pada 4 Maret lalu.

Apa pun hasil final Liga Champions, pemain Chelsea memberikan aplaus atas kinerja Di Matteo. ”Dia (Di Matteo) sangat pintar menangani situasi,” kata gelandang Frank Lampard.

”Kami saat itu kurang rasa percaya diri, tertatih-tatih di lapangan. Alih-alih datang dan melakukan perubahan drastis, Pelatih (Di Matteo) berbicara dengan pemain satu per satu dan menciptakan rasa percaya diri dalam tim, mulai dari arena latihan hingga lapangan laga.”

Di tengah ketidakpastian nasib Di Matteo, sejumlah laporan menyebutkan, bos Chelsea, Roman Abramovich, begitu mengidamkan untuk merekrut Pep Guardiola yang telah mundur dari Barcelona. Di pihak lain, mantan Pelatih Timnas Inggris Fabio Capello dilaporkan menggelar pembicaraan dengan ofisial Chelsea.

Di Matteo juga dikaitkan dengan Lazio, klub yang pernah diperkuatnya pada 1993-1996 sebelum hijrah ke Chelsea. Terkait nasib Di Matteo, Pelatih Bayern Muenchen Jupp Heynckes berharap Abramovich tetap mempertahankan posisi rivalnya itu di Chelsea, apa pun hasil laga final Liga Champions.

WHU ke Liga Primer

Sementara itu, dari final play off Championship (Divisi II Liga Inggris), West Ham United (WHU) merebut tiket promosi ke Liga Primer dengan memukul Blackpool 2-1 di Stadion Wembley, Sabtu. Gol Ricardo Vaz Te, menit ke-87, penentu lolosnya mereka ke Liga Primer.

West Ham unggul dulu lewat Carlton Cole, menit ke-35. Tiga menit seusai turun minum, Thomas Ince menyamakan 1-1, hasil umpan panjang Matt Phillips.

Tim asuhan Pelatih Sam Allardyce itu berhak atas tiket promosi ke Liga Primer, hadiah uang 45 juta poundsterling (sekitar Rp 657,3 miliar)—jauh di atas hadiah pemenang final Liga Champions sebesar ?9 juta euro (Rp 106,2 miliar—plus jaminan uang tanda lepas (parachute payment) 32 juta poundsterling (Rp 467,4 miliar) yang dibayar dua musim jika mereka gagal bertahan di Liga Primer musim depan.

Dua tim lain yang promosi ke Liga Primer, yakni juara Championship, Reading, dan runner-up Southampton. Tiga klub itu pengganti tiga klub degradasi: Bolton Wanderers, Blackburn Rovers, dan Wolverhampton Wanderers. (AFP/REUTERS/SAM)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau