Disuntik SS, Gadis Muda Hebohkan Kantor Polisi

Kompas.com - 20/05/2012, 21:58 WIB

MALANG, KOMPAS.com - Mengaku disuntik sabu-sabu (SS) oleh pacarnya, YI, gadis yang masih berumur 16 tahun, sempat menghebohkan Mapolres Malang, Jawa Timur, Minggu (20/5/2012). YI ditemukan warga saat berendam di pinggir sungai kecil, di wilayah Kepanjen, Kabupaten Malang.

Gadis yang diketahui adalah warga Jalan Muharto, Kedungkandang, Kota Malang, sungguh menghebohkan warga. Warga lantas melaporkan temuan itu ke polisi. Anggota polisi langsung membawa YI ke Mapolres Malang.

Saat di Mapolres Malang, tepatnya di ruang Satuan Reserse Kriminal, YI justru menjerit histeris. Bahkan, YI tak hanya menangis, namun juga bergulingan di lantai ruang reserse. "Setelah kami dapat laporan dari warga, kami langsung ke lokasi. Dia kami temukan di pinggir sungai Desa Sanggrahan, Kepanjen. Belum tahu penyebabnya. Kalau dilihat dari kondisinya, mungkin dalam pengaruh narkoba," terang KA SPK Polres Malang, Iptu Bambang Mulyono, kepada wartawan.

Saat di Mapolres Malang, tubuh YI terlihat menggigil. Kedua lengan tangannya penuh bekas sayatan. Saat ditanya petugas, YI hanya menangis dan pura-pura tertidur. Tak lama kemudian, YI meminta izin kepada petugas untuk buang air kecil di kamar mandi dekat ruang tahanan Mapolres Malang. Saat di kamar mandi, YI justru menceburkan diri dan berendam di dalam bak mandi. Bahkan menghabiskan air yang ada di kamar mandi. Melihat kejadian tersebut, polisi meminta YI untuk keluar.

Pihak kepolisian mengecek ke alamat YI, namun tak satupun yang mengaku keluarganya. Sementara, saat ditanya para wartawan, YI mengaku baru selesai disuntuk pakai SS oleh pacarnya. "Sabu itu disuntikkan pacar saya semalam. Akhirnya saya seperti ini. Tolong polisi tangkap pacar saya itu," pinta YI, sembil menangis.

Saat ini pihak kepolisian terus memburu orang yang diakui YI sebagai pacar. "Apakah benar demikian, kami ini periksa pelakunya dulu. Apa benar menyuntikkan pakai SS ke tubuh dia," kata Iptu Bambang Mulyono.

Selama berada di Mapolres Malang, YI hanya menhjadi tontonan banyak orang. 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau