Le Mans, Minggu
Pada musim 2011, Rossi berulang kali mengeluh mengenai buruknya sepeda motor Ducati yang dikendarainya. Namun, saat bertarung di Le Mans dan cuaca hujan, Rossi tiba-tiba kembali menjadi pebalap luar biasa. Di sirkuit ini, Rossi berhasil naik podium pada urutan ketiga.
Setahun kemudian, Rossi yang tetap mengeluh soal sepeda motornya kembali melesat di lintasan yang dibasahi hujan. Start di posisi ketujuh, Rossi berhasil finis di urutan kedua, di belakang Jorge Lorenzo (tim Yamaha), sang pemenang. ”Saya menyukai balap dalam kondisi hujan. Sangat penting untuk tetap tenang di kondisi basah,” kata Rossi.
Juara dunia tujuh kali itu langsung melesat ke posisi ketiga setelah menyalip Dani Pedrosa di putaran ketiga. Namun, Rossi melorot ke urutan kelima setelah disalip duo pebalap tim Monster Yamaha Tech 3, Cal Crutchlow dan Andrea Dovizioso. Rossi baru dapat merebut posisinya lagi enam putaran kemudian.
”Saya bermasalah dengan penglihatan karena kaca helm tertutup air, tetapi saya tetap menjaga ketenangan. Setelah dapat membukanya, kembali ke kecepatan maksimum dan melewati keduanya,” ujar Rossi.
Pertarungan dramatis terjadi pada tiga putaran sebelum finis. Rossi dan Stoner saling salip sampai lima kali. Setiap kali Rossi berhasil menyalip, Stoner langsung membalas di sisi dalam tikungan. Namun, di putaran terakhir, Rossi berhasil menyalip Stoner dan meninggalkannya sampai garis finis.
”Pertarungan dengan Stoner memang luar biasa. Saya mendapatkan ritme dan mampu melewatinya. Hasil ini penting bagi tim kami,” ungkap Rossi.
Cuaca hujan memang dinantikan Rossi. Di sesi latihan bebas dan babak kualifikasi, Rossi menemukan setelan yang pas dengan ban basah. Sepeda motor GP12-nya mampu menikung dengan cepat dan melakukan akselerasi di trek lurus.
Semua jurus di trek basah itu dipakainya untuk menyalip Dovizioso dan Crutchlow serta menaklukkan Stoner.
Stoner mengaku sedang sial di Le Mans. Perkasa di sesi latihan, Stoner justru hanya dapat menempati podium ketiga.
Di putaran ke-12 sampai ke-14, Stoner yang lepas dari kejaran Rossi, Crutchlow, dan Dovizioso sempat menipiskan selisih waktu dengan Lorenzo, dari 4,7 detik menjadi 2,715 detik. Namun, seiring dengan redanya hujan, Stoner justru melambat sehingga Lorenzo menjauh dan Rossi dapat mengejarnya.
”Daya cengkeram ban saya berkurang sehingga sering mengalami selip dan kecepatan berkurang. Meskipun hari ini tidak terlalu baik, saya puas tetap dapat naik podium,” kata Stoner.
Start dari posisi keempat, Lorenzo berhasil memanfaatkan sikap Pedrosa dan Stoner yang terlalu berhati-hati karena tikungan yang licin untuk merebut posisi terdepan. Lorenzo langsung meninggalkan keduanya setelah merebut tempat terdepan.
Stoner sempat mencoba mengejar, tetapi daya lekat ban Lorenzo lebih bagus sehingga semakin lama semakin jauh. Lorenzo akhirnya finis terdepan. Dengan tambahan 25 poin menjadi 90 poin, Lorenzo merebut puncak klasemen sementara.
”Saya terus menjaga konsentrasi saat melewati Pedrosa dan Stoner. Lintasan memang licin, tetapi saya sangat ingin memenangi seri ini,” kata Lorenzo
Kekalahan ini membuat Stoner harus berjuang lebih keras di seri-seri berikutnya jika ingin pensiun dengan menyandang gelar juara dunia. Untuk sementara, Stoner di urutan kedua klasemen dengan 82 poin, tertinggal delapan poin dari Lorenzo.
”Ada 14 seri lagi dan saya akan berjuang keras untuk memenangi setiap seri,” ujar Stoner.
Lima pebalap yang terjatuh karena lintasan licin adalah Dovizioso, Crutchlow, Randy de Puniet, Ivan Silva, dan Danilo Petrucci.