Motogp

Rossi Tampil Menawan Kala Hujan

Kompas.com - 21/05/2012, 05:31 WIB

Le Mans, Minggu - Hujan dan Sirkuit Le Mans adalah pasangan yang tepat untuk membangkitkan kehebatan ”The Doctor”, Valentino Rossi, Minggu (20/5). Seperti pada musim 2011, Rossi kembali mengatasi keterpurukannya sejak awal musim dan meraih podium sebagai runner-up serta menekuk juara bertahan Casey Stoner yang mengaku berlaga tanpa beban.

Pada musim 2011, Rossi berulang kali mengeluh mengenai buruknya sepeda motor Ducati yang dikendarainya. Namun, saat bertarung di Le Mans dan cuaca hujan, Rossi tiba-tiba kembali menjadi pebalap luar biasa. Di sirkuit ini, Rossi berhasil naik podium pada urutan ketiga.

Setahun kemudian, Rossi yang tetap mengeluh soal sepeda motornya kembali melesat di lintasan yang dibasahi hujan. Start di posisi ketujuh, Rossi berhasil finis di urutan kedua, di belakang Jorge Lorenzo (tim Yamaha), sang pemenang. ”Saya menyukai balap dalam kondisi hujan. Sangat penting untuk tetap tenang di kondisi basah,” kata Rossi.

Juara dunia tujuh kali itu langsung melesat ke posisi ketiga setelah menyalip Dani Pedrosa di putaran ketiga. Namun, Rossi melorot ke urutan kelima setelah disalip duo pebalap tim Monster Yamaha Tech 3, Cal Crutchlow dan Andrea Dovizioso. Rossi baru dapat merebut posisinya lagi enam putaran kemudian.

”Saya bermasalah dengan penglihatan karena kaca helm tertutup air, tetapi saya tetap menjaga ketenangan. Setelah dapat membukanya, kembali ke kecepatan maksimum dan melewati keduanya,” ujar Rossi.

Pertarungan dramatis terjadi pada tiga putaran sebelum finis. Rossi dan Stoner saling salip sampai lima kali. Setiap kali Rossi berhasil menyalip, Stoner langsung membalas di sisi dalam tikungan. Namun, di putaran terakhir, Rossi berhasil menyalip Stoner dan meninggalkannya sampai garis finis.

”Pertarungan dengan Stoner memang luar biasa. Saya mendapatkan ritme dan mampu melewatinya. Hasil ini penting bagi tim kami,” ungkap Rossi.

Cuaca hujan memang dinantikan Rossi. Di sesi latihan bebas dan babak kualifikasi, Rossi menemukan setelan yang pas dengan ban basah. Sepeda motor GP12-nya mampu menikung dengan cepat dan melakukan akselerasi di trek lurus.

Semua jurus di trek basah itu dipakainya untuk menyalip Dovizioso dan Crutchlow serta menaklukkan Stoner.

Stoner mengaku sedang sial di Le Mans. Perkasa di sesi latihan, Stoner justru hanya dapat menempati podium ketiga.

Di putaran ke-12 sampai ke-14, Stoner yang lepas dari kejaran Rossi, Crutchlow, dan Dovizioso sempat menipiskan selisih waktu dengan Lorenzo, dari 4,7 detik menjadi 2,715 detik. Namun, seiring dengan redanya hujan, Stoner justru melambat sehingga Lorenzo menjauh dan Rossi dapat mengejarnya.

”Daya cengkeram ban saya berkurang sehingga sering mengalami selip dan kecepatan berkurang. Meskipun hari ini tidak terlalu baik, saya puas tetap dapat naik podium,” kata Stoner.

Lorenzo ke puncak

Start dari posisi keempat, Lorenzo berhasil memanfaatkan sikap Pedrosa dan Stoner yang terlalu berhati-hati karena tikungan yang licin untuk merebut posisi terdepan. Lorenzo langsung meninggalkan keduanya setelah merebut tempat terdepan.

Stoner sempat mencoba mengejar, tetapi daya lekat ban Lorenzo lebih bagus sehingga semakin lama semakin jauh. Lorenzo akhirnya finis terdepan. Dengan tambahan 25 poin menjadi 90 poin, Lorenzo merebut puncak klasemen sementara.

”Saya terus menjaga konsentrasi saat melewati Pedrosa dan Stoner. Lintasan memang licin, tetapi saya sangat ingin memenangi seri ini,” kata Lorenzo

Kekalahan ini membuat Stoner harus berjuang lebih keras di seri-seri berikutnya jika ingin pensiun dengan menyandang gelar juara dunia. Untuk sementara, Stoner di urutan kedua klasemen dengan 82 poin, tertinggal delapan poin dari Lorenzo.

”Ada 14 seri lagi dan saya akan berjuang keras untuk memenangi setiap seri,” ujar Stoner.

Lima pebalap yang terjatuh karena lintasan licin adalah Dovizioso, Crutchlow, Randy de Puniet, Ivan Silva, dan Danilo Petrucci. (AFP/Reuter/ECA)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau