Selasa, DVI Izinkan Keluarga Melihat Jenazah

Kompas.com - 21/05/2012, 06:20 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Tim Identifikasi Korban Bencana atau Disaster Victims Identification (DVI) mengizinkan keluarga melihat sejumlah jenazah korban kecelakaan pesawat Sukhoi Superjet 100 pada Selasa (22/5/2012).

"Setelah kami identifikasi dengan jelas, kami izinkan keluarga untuk berkesempatan melihat jenazah di RS Polri Kramat Jati pada Selasa siang (22/5/2012) pukul 13:00 WIB," kata Kepala Rumah Sakit Bhayangkara Tingkat I Sukanto, Kramat Jati, Brigjen Agus Prayitno saat konferensi pers di Jakarta, Minggu (20/5/2012).

Selain itu Polri akan memanggil keluarga korban untuk memenuhi data seperti jenis kelamin, tempat persemayaman jenazah, agama dan data lain yang diperlukan untuk identifikasi terakhir.

Setelah tim DVI menyelesaikan proses identifikasi, unit masih membutuhkan waktu untuk rekonstruksi jenasah berdasarkan data post mortem seperti gigi dan properti yang melekat di tubuh korban.

"Selanjutnya pada Rabu akan dilakukan upacara penyerahan jenazah dari komite DVI kepada pemerintah RI di Bandara Halim Perdana Kusumah sejak pagi dan untuk selanjutnya diserahkan kepada keluarga," kata Agus.

Pemerintah pada Rabu (23/5/2012) akan menyerahkan jenasah kepada pihak keluarga baik yang berasal dari dalam negeri maupun luar negeri. Selain itu ada sejumlah maskapai yang ingin memberikan penghormatan terakhir kepada korban pada Rabu.

Menurut Agus, jenazah akan diperlihatkan bagi keluarga pada Selasa siang dan malamnya jenasah akan disiapkan untuk upacara pada Rabu pagi secara protokoler.

Dia menjelaskan pemerintah akan menanggung seluruh biaya pengantaran jenasah ke sejumlah daerah asal keluarga korban atau ke tempat jenazah akan disemayamkan.

"Ada sekitar 260 label bagian tubuh, jadi cukup banyak, makanya tadi dikatakan kami kerja siang malam 24 jam. Dari yang ada di sini post mortem tidak ada yang tertinggal sudah sempurna," jelas Agus.

Brigjen Agus juga menyampaikan ungkapan terima kasih dan permohonan maaf kepada sejumlah pihak yang terlibat selama proses identifikasi korban kecelakaan pesawat baik dari dalam maupun luar negeri.

Petugas Polri yang turut membantu identifikasi di posko RS Bhayangkara maupun Bandara Halim Perdana Kusumah seluruhnya berjumlah sekitar 150 orang.

Menurut keterangan, tim dibantu petugas yang berasal dari Polda Jawa Barat dan sejumlah wilayah lain.

Tim DVI yang bekerja di RS Bhayangkara sendiri berjumlah 15 orang dan melakukan identifikasi selama 24 jam dengan menggunakan "sistem tiga shift".

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau