JAKARTA,KOMPAS.com — Harga minyak mentah terus turun karena khawatir dengan ekonomi Eropa yang terus memburuk dan tanda-tanda kuat terjadinya perlambatan ekonomi di China yang dapat berlanjut ke Amerika Serikat.
Pelaku pasar global masih mengawasi perkembangan di Yunani untuk pemilihan umum kedua yang diperkirakan digelar pada pertengahan Juli mendatang. Industrial production di 17 negara Eropa turun 0,3 persen dibandingkan dengan bulan sebelumnya (MOM) di bulan Maret. Sementara di China, meski produksi pabrik tumbuh 9,3 persen, itu merupakan kenaikan terendah sejak tahun 2009.
Leading indicators index (LEI) AS yang turun secara tidak terduga pada bulan April dikhawatirkan bisa berlanjut. "Kondisi ini membuat harga bahan bakar di AS juga melemah, tetapi spending masyarakat masih cukup tinggi," kata ekonom Samuel Sekuritas, Lana Soelistianingsih, di Jakarta, Senin (21/5/2012).
Turunnya harga minyak ini justru berpotensi menambah kemampuan belanja masyarakat di AS yang menjadi penyumbang 70 persen dari produk domestik bruto AS.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang