MARYLAND, KOMPAS.com — Dalam dua hari, pemimpin negara G-8 itu harusnya fokus membahas pasar minyak global, energi dan iklim, transisi di Timur Tengah dan Afrika Utara. Namun, konferensi tingkat tinggi yang digelar di rumah peristirahatan Presiden Amerika Serikat Barack Obama di Camp David, Maryland, Sabtu (19/5/2012), itu sempat terganggu dengan laga final Liga Champions antara Chelsea dan Bayern Muenchen. Maklum, laga final ini mempertemukan klub raksasa Inggris dan Jerman.
Kanselir Jerman, Angela Merkel, disebut sebagai pemicu "kegilaan" di tengah rapat serius itu. Perhelatan akbar yang digelar di Fussball Arena, atau Allianz Arena, Muenchen, Jerman, itu benar-benar mengganggu perhatian Merkel yang juga seorang penggila bola.
Awalnya, dia menonton pertandingan melalui komputer tablet miliknya. Namun, Merkel meminta agar drama adu penalti disaksikan bersama melalui televisi layar lebar. Obama dan peserta lainnya, seperti Presiden Perancis Francois Hollande, Perdana Menteri Italia Mario Monti, PM Kanada Stephen Harper, dan PM Jepang Yoshihiko Noda pun setuju.
PM Inggris David Cameron mengaku dia awalnya tak terlalu tertarik untuk mengikuti ide itu karena berpikir bahwa Chelsea akan kalah. Tim sepak bola Jerman memang terkenal dengan kesuksesan di drama adu penalti.
"Namun, saya kemudian beranjak dan ikut menonton, dan itu sangat menarik. Suatu kehormatan ketika bisa menonton adu penalti dengan Kanselir Jerman dan kemudian Anda menang," katanya, seperti dilansir Daily Mail.
Dalam wawancara dengan BBC, Cameron mengatakan mereka sempat menonton lalu kembali ke dalam ruangan untuk rapat dan membicarakan topik-topik rapat yang sudah dijadwalkan. Baru, ketika mendengar bahwa kemenangan harus ditentukan melalui adu penalti, Cameron pun mengatakan, konsentrasi mereka, terutama dirinya dan Merkel, terganggu.
"Ketika tahu laga berakhir imbang dan harus adu penalti, pertanyaan tim Inggris atau Jerman yang akan menang mengganggu kami," ungkapnya.
Di sela menonton, perdana menteri yang menjabat sejak Mei 2010 itu juga mengatakan bahwa dirinya sempat menjelaskan peraturan tentang adu penalti kepada Obama dan alasan dilakukannya adu penalti. Sebelumnya, Cameron juga mengatakan terlibat diskuisi singkat yang menarik mengenai sepak bola dengan Merkel.
Saat Didier Drogba berhasil mengeksekusi penalti penentu kemenangan Chelsea, pria berusia 45 tahun ini mengatakan dirinya bersorak kegirangan dan menjadi orang yang paling berisik di ruangan itu. Perdana Menteri Rusia Dmitry Medvedev, lanjutnya, juga turut bergembira karena faktor Roman Abramovich, pemilik Chelsea, yang berdarah Rusia.
Setelah itu, Cameron memberikan pelukan penghiburan kepada Merkel yang berada di sebelahnya. Dua foto yang dirilis oleh Gedung Putih menunjukkan momen-momen santai para pemimpin negara-negara besar tersebut di sela rapat serius.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang