Polda Tunggu Kajian Mabes Polri soal Konser Lady Gaga

Kompas.com - 21/05/2012, 15:08 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Kepolisian Daerah Metro Jaya masih menunggu hasil kajian Mabes Polri terkait perizinan konser penyanyi Lady Gaga. Hingga kini, pihaknya masih bersikukuh dengan hasil rekomendasi sebelumnya yang menolak penyelenggaraan konser tersebut karena dinilai bisa memicu konflik.

Hal ini diungkapkan Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Rikwanto, Senin (21/5/2012), di Mapolda Metro Jaya. "Kami sikapnya masih menunggu dari Mabes Polri. Rekomendasi dari Polda Metro sendiri masih sama dengan yang sebelumnya," ujar Rikwanto.

Rikwanto kembali menjelaskan bahwa pihaknya menilai konser Lady Gaga bisa memicu konflik. "Kita tidak melihat dia senonoh atau tidak. Akan tetapi, yang kami kaji adalah dia itu bisa memicu gangguan kamtibmas dengan pengkristalan penolakan atas konser itu," ujarnya.

Terkait sikap Menkopolhukam Djoko Suyanto yang mendukung pelaksanaan konser sang Mother Monster, Rikwanto mengaku Polda Metro tetap menunggu kajian Mabes Polri. Menkopolhukam menyatakan, sebelumnya konser Lady Gaga bisa saja dilakukan selama menampilkan sisi yang menghormati budaya Indonesia.

"Ini akan jadi masukan, tentunya nanti akan jadi kajian oleh Mabes Polri. Kalau memang masukan itu dianggap bisa masuk ke dalam ke-Indonesia-an, artinya budaya Indonesia dimasukkan ke dalam konser Lady Gaga, pasti jadi pertimbangan Mabes Polri," papar Rikwanto.

Rikwanto mengungkapkan, jika  hasil kajian Mabes Polri nantinya mengizinkan diselenggarakan konsernya, pihaknya siap melakukan pengamanan. "Kami siap sebagai subsistem dari Mabes Polri, kami selalu siap pada instruksi Mabes Polri. Pengamanan tetap akan dilakukan dipimpin Karoops kalau sampai terjadi," ujarnya.

Diberitakan sebelumnya, konser Lady Gaga yang rencananya akan dilakukan di Stadion Utama Gelora Bung Karno pada tanggal 3 Juni 2012 mendatang ditentang banyak pihak, termauk kelompok organisasi massa. Atas dasar ini, Polda Metro Jaya kemudian menolak rekomendasi dilaksanakannya konser tersebut.

Penolakan terhadap konser Lady Gaga yang bertajuk "Monster Ball Tour" itu dilancarkan beberapa kelompok karena tidak setuju dengan penampilan Lady Gaga yang dianggap seronok dan lirik-liriknya yang dinilai kontroversial.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau