Permohonannya Tak Dikabulkan Polisi, Istri John Kei Khawatir

Kompas.com - 22/05/2012, 09:26 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Permintaan pihak keluarga John Refra Kei untuk pindah dari ruang rawat tahanan Tembesu ke Rumah Sakit Polri Bhayangkara, Kramat Jati ditolak oleh pihak Kepolisian tanpa alasan yang jelas. Menanggapi penolakan tersebut, Yuli R, istri John Kei mengaku khawatir dengan kondisi ruang rawat Tembesu karena dianggap tidak menunjang proses penyembuhan kaki kanan suaminya.

"Ia kami minta itu tapi ditolak, Tak jelas alasannya kenapa ditolak. Tau sendiri kan keadaan rumah sakit seperti apa, kalau di ruang VIP kan bagus ya perawatannya baik," ujar Yuli kepada Kompas.com saat ditemui saat menjenguk suaminya di RS Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur, Senin (21/5/2012).

Pria asal Maluku Tenggara tersebut diketahui masuk kembali ke pembaringan pada tanggal 15 Mei 2012 lalu akibat infeksi di kaki kanannya. Luka tersebut akibat ditembus timah panas oleh polisi saat ditangkap pada 17 Februari 2012 lalu di hotel C'Ones, Pulomas, Jakarta Timur. Meski permohonan pemindahaan ditolak, pihak keluarga maupun kuasa hukum tidak berencana untuk melakukan usaha pengajuan permohonan selanjutnya.

"Ya sudahlah ya, mau bagaimana lagi," lanjutnya. Sementara, untuk kondisi kesehatan John Kei, Yuli mengatakan suaminya masih dalam tahap penyembuhan, luka di kaki kanannya serta kondisi gula darah pria yang kerap diidentikan dengan dunia premanisme tersebut diketahui berangsur-angsur membaik.

"Ya sudah membaik, gula darahnya juga sudah turun. Dari rontgen dan operasi yang dilakukan pun menunjukkan adanya peningkatan kondisi John," lanjutnya.

Akibat kembali dirawat, status John Kei sendiri sebagai terdakwa kasus otak pembunuhan mantan bos Sanex Steel, Tan Harry Tantono dibantarkan oleh Pengadilan Negeri Jakarta Selatan hingga kondisi fisiknya benar-benar pulih.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau