Temuan ICW, Timses Foke-Nara Tantang Lapor ke KPK

Kompas.com - 22/05/2012, 18:25 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Mengenai temuan Indonesia Corruption Watch (ICW) atas adanya kemungkinan penyalahgunaan anggaran daerah pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) DKI Jakarta 2012, Juru Bicara Tim Sukses Fauzi Bowo-Nachrowi Ramli, Yudi Krisnandi, mengatakan bahwa ICW dapat melaporkan pihaknya ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) jika ada bukti akurat.

"Kami terbuka pada pendapat dan tanggapan publik. Jika memang ada bukti yang akurat, silakan saja," kata Yudi, ketika dihubungi Kompas.com, Selasa (22/5/2012).

Ia menganggap yang dilakukan ICW kali ini adalah hal yang wajar mengingat ICW merupakan lembaga swadaya masyarakat yang mengurusi kejanggalan masalah keuangan dan penyimpangan anggaran.

Namun, ia meminta agar lembaga swadaya masyarakat tetap harus obyektif dan tidak main asal tuduh. "Jadi jangan hanya menciptakan opini publik dan konferensi pers saja, tapi buktikan saja dan laporkan pada KPK," ujar Yudi.

Menurutnya, sebagai suatu lembaga swadaya masyarakat yang mengaku independen, semestinya memang bersikap demikian. Untuk itu, ia meminta agar tidak hanya calonnya yang ditelusuri, tetapi juga calon lainnya.

"Fauzi Bowo kebetulan memang incumbent. Tapi kan yang incumbent ini ada Alex Noerdin dan Jokowi juga. Jadi yang adil dong," tandasnya.

Sebelumnya diberitakan, ICW mengungkap adanya empat gejala korupsi yang mungkin terjadi dalam Pilkada DKI Jakarta 2012.

Gejala itu adalah penyalahgunaan anggaran publik, markdown pendapatan daerah untuk modal pemenangan, dana kampanye terselubung yang diambil dari APBD, serta sumber dana dari "pengusaha hitam".

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau