Ditanya Dana Hibah, Foke Minta ICW Belajar Lagi

Kompas.com - 22/05/2012, 22:53 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Indonesia Corruption Watch (ICW) bersama dengan Lembaga Badan Hukum (LBH) Jakarta menduga adanya penyimpangan pemberian dana hibah dan bantuan sosial dalam APBD DKI Jakarta selama tiga tahun terakhir ini. Menanggapi hal tersebut, Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo mengatakan bahwa dua lembaga swadaya masyarakat tersebut perlu belajar lagi mengenai Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) DKI Jakarta sebelum berkomentar.

"Kalian mungkin kurang paham. Dana hibah itu bukan gubernur yang menentukan. Dana hibah itu ditentukan oleh DPRD," kata Foke, sapaan akrab Fauzi Bowo, di Balaikota, Jakarta, Selasa (22/5/2012).

Ia menjelaskan bahwa mengenai dana hibah ini secara terperinci tercantum dalam APBD DKI Jakarta. Selain ditentukan oleh DPRD DKI Jakarta, dana hibah ini juga mesti melalui persetujuan dari Kementerian Dalam Negeri terlebih dahulu.

"Jadi dana hibah itu ditentuin oleh DPRD dan sudah disetujui oleh Kementerian Dalam Negeri berupa peraturan daerah. Kalau sudah disetujui Kemendagri, di mana penyimpangannya?" tegasnya.

"Itu semua dibicarakan secara terbuka dan bisa dilihat. Barangkali orang yang nggak ngerti urusan orang yang ngomong gitu. Jadi jangan ngikut sama omongan orang bodoh," tandasnya.

Diberitakan sebelumnya, ICW dan LBH Jakarta menjumpai kejanggalan pada APBD DKI dalam tiga tahun terakhir. Hal ini lantaran adanya lonjakan yang cukup signifikan pada APBD DKI Jakarta.

Salah satunya seperti alokasi Dana Hibah yang melonjak tajam dari tahun 2010-2012. Bahkan sebesar Rp 1,3 triliun diduga merupakan dana taktis untuk pemenangan incumbent dalam Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pilkada) DKI Jakarta ini.

Tidak hanya itu, sebesar Rp 9,7 miliar diidentifikasi menguntungkan incumbent untuk berkampanye dan menyiapkan keperluan kampanye.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau