JAKARTA, KOMPAS.com — Presiden Indonesian Petroleum Association Elisabeth Proust mengatakan perlu koordinasi antara berbagai pihak demi mencapai target produksi minyak mentah nasional 1 juta barrel per hari pada tahun 2014.
"Tahun ini Presiden Republik Indonesia telah mengeluarkan instruksi yang menetapkan tujuan untuk mencapai 1 juta barrel per hari produksi minyak pada tahun 2014. Hal ini hendaknya mendorong koordinasi antara semua institusi pemerintah dan otoritas daerah," kata Elisabeth dalam pidatonya pada acara pembukaan Konvensi dan Pameran IPA ke-36 di Balai Sidang Jakarta, Rabu (23/5/2012).
Pentingnya koordinasi pun diangkat secara khusus sebagai salah satu topik dalam Konvensi Indonesian Petroleum Association (IPA), yakni "Bagaimana kita bekerja sama untuk mencapai Instruksi Presiden Nomor 2 Tahun 2012". Pasalnya, menurut dia, koordinasi sangat diperlukan untuk bergerak ke arah yang sama pada saat bersamaan. "IPA membuka kesempatan bagi seluruh pemangku kepentingan untuk bertemu dan menciptakan peluang untuk berkolaborasi," ujar Elisabeth.
Pada 10 Januari 2012, Instruksi Presiden Nomor 2 Tahun 2012 tentang Peningkatan Produksi Minyak Bumi Nasional terbit. Intinya, Presiden mengintruksikan sejumlah kementerian/lembaga dan pemerintah daerah untuk mengambil langkah-langkah yang diperlukan secara terkoordinasi dan terintegrasi sesuai tugas, fungsi, dan kewenangan masing-masing guna mencapai produksi minyak bumi nasional minimal 1,01 juta barrel per hari pada 2014.
"Intinya (dari Inpres Nomor 2/2012) adalah percepatan, memastikan Blok Cepu beroperasi penuh menjelang 2014," ujar Plt Kepala Badan Kebijakan Fiskal Bambang PS Brodjonegoro di Jakarta, beberapa waktu lalu. Blok Cepu menjadi sumur minyak baru yang diharapkan bisa memenuhi peningkatan target lifting (produksi minyak mentah siap jual) di 2014.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang