Ini Pesan Presiden Terkait Energi

Kompas.com - 23/05/2012, 13:04 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral  Jero Wacik menyampaikan dua hal yang menjadi pesan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono terkait industri minyak dan gas. Hal itu disampaikan Jero karena Presiden berhalangan hadir dalam pembukaan Konvensi dan Pameran IPA ke-36 di Balai Sidang Jakarta, Rabu (23/5/2012).

"Pertama pemerintah dan industri migas harus bekerja sama. Pemerintah harus membantu industri dan industri harus share terhadap kepentingan pemerintah," ujar Jero terkait pesan Presiden.

Menurut Jero, pesan pertama tersebut sesuai dengan tema kegiatan IPA tahun ini, yaitu "Working Together To Meet Indonesia's Energy Needs". Ia mengatakan, bila pemerintah dan industri jalan sendiri-sendiri, maka akan terjadi ketimpangan. "Oleh karena itu pemerintah dan industri harus bekerja sama," tuturnya.

Pesan kedua adalah terkait dengan peningkatan produksi energi. Pasalnya, kata dia, dunia semakin tergantung kepada energi. Indonesia dengan jumlah penduduk yang banyak juga tergantung pada energi. Dan, menurut Jero, Indonesia beruntung karena mempunyai sumber energi yang banyak. "Oleh karena itu tugas kita memproduksi energi sebanyak-banyaknya yang kita kontribusikan untuk kepentingan bangsa pertama dan kontribusikan untuk kepentingan dunia," ucap dia.

Untuk penyelenggaraan tahun ini, tema konvensi "Bekerja sama untuk memenuhi kebutuhan energi nasional" sengaja dipilih untuk menggerakkan para pemangku kepentingan demi menjawab tuntutan untuk berkolaborasi, bekerja sama, dan berkoordinasi. Hal ini penting lantaran ekonomi Indonesia bertumbuh dengan cepat. Dengan begitu kebutuhan akan energi pun berkembang. Akan tetapi, kebutuhan itu dihadapkan pada lapangan penghasil minyak dan gas yang sebagian besar telah menua di Indonesia bagian barat.

Presiden Indonesian Petroleum Association (IPA) Elisabeth Proust pernah mengatakan, para pemangku kepentingan di industri minyak dan gas perlu berkolaborasi, bekerja sama, dan berkoordinasi demi mengembangkan industri migas nasional. Salah satu wujud nyata dari upaya itu adalah melalui penyelenggaraan Konvensi dan Pameran IPA ke-36 yang akan berlangsung selama 23-25 Mei 2012 di Jakarta Convention Center.

"IPA percaya bahwa sangat penting bagi seluruh pemangku kepentingan terkait, mulai dari institusi pemerintah, perwakilan pemerintah pusat dan daerah, LSM dan masyarakat, serta industri sendiri untuk berkolaborasi, bekerja sama, dan berkoordinasi agar industri migas dapat terus menjadi tulang punggung bagi pertumbuhan ekonomi nasional," kata Elisabeth di Jakarta, Selasa (8/5/2012).

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau