Tak Ada Kekuatan Besar Halangi Penuntasan Century

Kompas.com - 23/05/2012, 18:14 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono berkomitmen mendukung penuntasan kasus dana talangan Bank Century sebesar Rp 6,7 triliun yang saat ini masih dalam tahap penyelidikan di Komisi Pemberantasan Korupsi. Tak boleh ada pihak-pihak yang menghalangi penuntasan kasus yang bergulir sejak 2009 ini.

"Proses hukum Century ini diserahkan sepenuhnya kepada mekanisme dan proses hukum yang berlaku tanpa ada campur tangan sedikit pun dari pihak pemerintah," kata Juru Bicara Presiden Julian Aldrin Pasha kepada para wartawan di Bina Graha, Jakarta, Rabu (23/5/2012).

Ketika ditanya lebih lanjut, Julian mengatakan tak bisa berkomentar. "Karena ini sepenuhnya domain hukum. Ada lembaga yang memang mempunyai kewenangan untuk melakukan proses tersebut tanpa intervensi dari pemerintah," kata Julian singkat.

Sebelumnya, anggota Komisi III DPR, Bambang Soesatyo, mengaku prihatin karena penyelidikan kasus Bank Century hingga kini stagnan di tangan KPK. "Stagnasi proses hukum megaskandal Bank Century bukan disebabkan oleh bukti-bukti permulaan yang sudah berantakan, melainkan hambatan yang justru muncul dari kekuatan kekuasaan yang tidak terlihat mencampuri kasus tersebut. Inilah yang saya duga membuat KPK berpikir dua kali untuk menuntaskan kasusnya," katanya.

Menurut anggota Fraksi Partai Golkar itu, penyelidikan Bank Century mau tidak mau bakal langsung ke jantung kekuasaan di negeri ini sehingga penyelidik KPK tak berani mengusiknya. Hal senada dilontarkan anggota Fraksi Partai Hanura, Akbar Faisal.

"Sudah lewat 100 hari dari janji pimpinan KPK, hingga kini juga belum ada kemajuan berarti," kata Akbar. Ia khawatir ada intervensi pihak-pihak tertentu di balik KPK sehingga kasus ini tidak ada kemajuannya.

Ketua KPK Abraham Samad menyatakan, KPK akan menuntaskan kasus Century setelah lembaga antikorupsi itu menyelesaikan kasus cek perjalanan dan proyek Hambalang.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau