Kebakaran lahan

Titik Panas di Kalsel Makin Merata

Kompas.com - 23/05/2012, 23:04 WIB

BANJARMASIN, KOMPAS.com- Titik panas atau hot spot yang terdeteksi di Kalimantan Selatan makin merata. Data yang dimiliki Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kalsel hingga 21 Mei 2012 tercatat ada 49 buah titik panas yang tersebar di 10 kabupaten.

Kepala Subbidang Kesiapsiagaan BPBD Kalsel Zahlul Syah, Rabu (23/5/2012), di Banjarmasin, mengatakan, penyebaran titik panas terbanyak ada di Kabupaten Kotabaru sebanyak 10 titik, disusul Tanah Bumbu dan Banjar masing-masing 9 buah. Selanjutnya Tanah Laut 7, Hulu Sungai Utara 5 , Tabalong 3, Balangan 2, dan masing-masing 1 titik di Hulu Sungai Selatan, Tapin, dan Hulu Sungai Tengah.

"Penyebarannya makin merata. Sebulan lalu masih beberapa daerah yang terdeteksi," ujar Zahlul sembari minta agar masyarakat mewaspadai cuaca panas yang kian terik.

Dari data titik panas yang ada saat ini, sebanyak 25 titik atau 51,02 persen ada di dalam kawasan hutan. Sejauh ini, t itik panas itu sendiri belum ada yang berubah menjadi kebakaran lahan dalam skala masif.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau