Tiga Hal Ini Harus Berkolaborasi Agar Ekonomi Tumbuh

Kompas.com - 24/05/2012, 12:18 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Menteri Keuangan Anny Ratnawati mengemukakan bahwa investasi, belanja Pemerintah, dan konsumsi masyarakat harus bisa bekerja secara bersama-sama untuk menjaga ekonomi nasional tetap tumbuh di tengah-tengah menurunnya pertumbuhan ekonomi di wilayah Asia-Pasifik.

"Kita punya investasi, belanja Pemerintah dan konsumsi masyarakat itu harus dipastikan untuk bekerja pada level penuh," sebut Anny, di DPR, Jakarta, Kamis (24/5/2012).

Ia menjelaskan, konsumsi masyarakat harus dijaga pada level daya beli yang baik. Demi itu, inflasi harus dijaga, salah satunya dengan menjaga agar harga beras stabil.

Anny mengatakan, investasi harus dipastikan benar-benar masuk dan berada pada sektor riil. Bukan hanya masuk ke portofolio. "Oleh karena itu betul termasuk belanja modal Pemerintah harus pada level yang baik di kuartal II ini," sambung dia.

Akan tetapi, ia menaruh catatan pada kemungkinan derasnya produk impor ke pasar domestik. Ini dimungkinkan karena ekonomi di sejumlah negara seperti India dan China mengalami koreksi. Jika stok barang China tidak bisa masuk lagi ke pasar Eropa dan Amerika Serikat maka kemungkinan besar akan masuk ke Indonesia. "Tantangan terbesar adalah menjaga domestik diisi oleh produk domestik yang tidak bisa diekspor," tegas Anny.

Ia pun menyimpulkan, bila investasi, belanja Pemerintah, dan konsumsi masyarakat bisa dijaga semua maka dampak pelemahan pertumbuhan ekonomi di kawasan Asia bisa diantisipasi. Namun, kata dia, ketiga hal itu harus berjalan bersama. Jika tidak maka pondasi ekonomi nasional tidak akan kuat.

"Tiga hal harus jalan bersama, tidak bisa salah satu karena tidak akan cukup kuat pondasinya," pungkas Anny.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau