Libas Jepang 3-0, Korea Melaju ke Final

Kompas.com - 24/05/2012, 16:17 WIB

JAKARTA, Kompas.com - Tim Piala Uber Korea Selatan melangkah ke final turnamen beregu putri paling bergengsi tersebut. Dalam duel di Wuhan, China, Kamis (24/5/2012), tim "Negeri Gingseng" itu menang dengan skor meyakinkan 3-0 atas Jepang. Di final, Sabtu (26/5/2012), Korea yang berstatus juara bertahan ini akan bertemu pemenang antara China dan Thailand, yang baru akan bermain malam nanti.

Tunggal pertama, Sung Ji Hyun, menyumbang angka pertama bagi Korea, setelah menang straight game 21-15, 21-10 atas Sayaka Sato, yang kemarin mengalahkan tunggal pertama Indonesia, Maria Febe Kusumastuti. Setelah itu, giliran ganda Kim Min Jung/Ha Jung Eun yang melibas Mizuki Fujii/Reika Kakiiwa dengan 21-13, 17-21, 21-14, sebelum tunggal kedua Bae Youn Joo menang 21-15, 21-17 atas Eriko Hirose.

Kemarin, Jepang menyingkikan Indonesia dengan skor 3-2. Tim "Negeri Sakura" ini meraih poin lewat tunggal dan ganda pertama serta tunggal ketiga. Sedangkan Korea maju ke semifinal setelah bertarung ketat dengan Taiwan untuk meraih kemenangan 3-2.

Korea sedang mengincar gelar kedua Piala Uber, setelah dua tahun lalu di Malaysia, mereka secara mengejutkan mengalahkan China dengan skor 3-1. Sebelumnya, prestasi terbaik Korea adalah runner-up sebanyak lima kali, masing-masing pada 1988, 1990, 1992, 2002, dan 2004.

Sedangkan Jepang, meskipun sekarang tak lagi dianggap sebagai kekuatan dunia, tetapi mereka berada di peringkat kedua peraih gelar terbanyak di Piala Uber. Pasalnya, sudah lima kali Jepang menjadi juara, yaitu 1966, 1969, 1972, 1978, dan 1981, serta satu kali menjadi runner-up pada 1975.

Sepanjang sejarah perhelatan Piala Uber, China menjadi negara yang paling banyak mengangkat trofi tersebut karena sudah 11 kali "Negeri Tirai Bambu" itu menjadi juara dari 14 kali tampil di final. Bahkan sejak 1998, China selalu menjadi juara, sebelum dihentikan Korea dua tahun lalu.

Sementara itu, Indonesia baru tiga kali menjadi juara meskipun 10 kali mencapai final. Terakhir kali para Srikandi tampil di final terjadi pada 2008 ketika Piala Uber digelar di Jakarta. Waktu itu, Indonesia menyerah 0-3 dari China.

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau