Mengintip Semesta Lewat Transit Venus

Kompas.com - 24/05/2012, 18:41 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Transit Venus menjadi fenomena astronomi yang paling dinanti di seluruh dunia tahun ini. Fenomena langka ini akan terjadi pada 6 Juni 2012 mulai pukul 05.14 hingga 11.50 WIB.

Transit Venus istimewa karena sangat langka. Periode terjadinya fenomena ini adalah dengan urutan 8, 121, 5, 8, dan 105,5 tahun.

Terakhir kali, fenomena ini terjadi tahun 2004. Tahun ini kebetulan memasuki periode 8 tahun sehingga Transit Venus akan kembali terjadi tahun 2012. Setelah tahun ini, fenomena ini akan terjadi 105,5 tahun kemudian yakni tahun 2117.

Selain istimewa karena langka, Transit Venus juga istimewa karena bisa menjadi jendela untuk mengintip alam semesta.

Beberapa hal tentang semesta yang bisa disinggung lewat Transit Venus adalah penentuan jarak antarplanet serta planet dan bintangnya serta upaya penemuan planet ekstrasurya.

Upaya pencarian planet ekstrasurya adalah isu terkini dalam astronomi. Dengan Transit Venus, ilmuwan bisa berlatih mengkonfirmasi keberadaan suatu planet dengan metode transit.

Metode transit pada dasarnya adalah cara deteksi planet dengan melihat peredupan cahaya bintang ketika ada planet yang melintas di mukanya.

Di luar soal yang mengawang-awang, Transit Venus bisa mengajak publik untuk mengenal keindahan semesta dan fenomenanya.

Publik bisa memahami isu-isu terkini tentang astronomi seperti planet ekstrasurya, makhluk hidup di luar Bumi dan sebagainya.

Lebih mendasar, publik bisa mendapatkan insights tentang bagaimana semesta tercipta dan mengapa manusia harus memahaminya.

Kompas.com mengajak masyarakat untuk mengenal fenomena Transit Venus dan astronomi dalam obrolan ringan Kompas.com SCIENCE INSIGHTS "Transit Venus".

Acara akan diadakan pada :

Hari/Tanggal : Senin, 28 Mei 2012
Tempat          : @ America, Pacific Place Lantai 3, Jakarta
Waktu           : 10.30-14.30 WIB

Astronom profesional maupun amatir akan datang dalam acara tersebut, meberikan insights pada seluruh audiens. Mere adalah :

1. Sten Odenwald dari NASA
2. Muhammad Rayhan dari Himpunan Astronom Amatir Jakarta (HAAJ)
3. Taufik Hidayat, peneliti planet ekstrasolar dari Departemen Astronomi, Institut Teknologi Bandung.
4. Avivah Yamani dari Langitselatan
5. Premna W Premadi, kosmolog dari Departemen Astronomi, Institut Teknologi Bandung

Astronomi bukanlah hal yang sedemikian sulit dan mengawang-awang. Astronomi bisa dipahami siapa saja tanpa batasan. Ajak rekan, keluarga, dan kolega ke acara tersebut.

Daftarkan diri Anda di http://ads2.kompas.com/layer/trovak/

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau