3.274 Personel Amankan MTQ di Ambon

Kompas.com - 24/05/2012, 20:14 WIB

AMBON, KOMPAS.com -- Sebanyak 3.274 personel gabungan TNI dan Polri disiapkan untuk mengamankan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) tingkat nasional di Ambon, Maluku, 8-19 Juni 2012. Dana pengamanan untuk MTQ ini mencapai Rp 3,4 miliar.

Panglima Kodam XVI Pattimura Mayor Jenderal Suharsono dalam pertemuan dengan Menteri Agama Suryadharma Ali di Ambon, Kamis (24/5/2012), mengatakan bahwa rencana semula hanya 2.740 personel gabungan TNI dan Polri yang disiapkan untuk pengamanan MTQ. Namun setelah dicek kembali, aparat keamanan yang disiapkan perlu ditambah, sehingga menjadi 3.274 personel. Penambahan personel ini didapatkan dari pengalihan tentara yang bertugas di Maluku Utara.

Kepala Polda Maluku Brigadir Jenderal Syarif Gunawan menambahkan, pengamanan MTQ akan melibatkan pula Angkatan Muda Gereja Protestan Maluku dan Mudika Katholik.

Sekretaris Daerah Maluku Ros Far Far menga takan total dana yang disiapkan di Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Maluku Tahun 2012 untuk pengamanan MTQ mencapai Rp 3,4 miliar.

Suryadharma mengingatkan aparat keamanan untuk meningkatkan kewaspadaannya selama MTQ berlangsung supaya bentrokan antarwarga seperti yang terjadi 15 Mei 2012 di sebagian kecil wilayah Ambon, tidak terulang. "Keamanan bagi peserta MTQ juga harus diperhatikan," ujarnya.

MTQ dijadwalkan dibuka oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau