Lagi, China Bertemu Korea di Final

Kompas.com - 24/05/2012, 21:23 WIB

JAKARTA, Kompas.com - Tuan rumah China terlalu kuat bagi Thailand dalam pertarungan memperebutkan tiket final Piala Uber 2012 di Wuhan, China, Kamis (24/5/2012). Raksasa bulu tangkis dunia ini menang 3-0, dan mereka akan bertarung melawan Korea Selatan pada partai puncak turnamen beregu putri ini, Sabtu (26/5/2012).

Seperti yang sudah diduga, China, yang selalu menang secara meyakinkan sejak fase grup, akan mencapai final. Mereka juga berpeluang besar merebut kembali trofi bergengsi tersebut setelah dua tahun lalu direbut oleh Korea Selatan.

Pada partai pertama yang memainkan nomor tunggal, pemain utamanya, Wang Yihan, tak menemui kesulitan besar untuk mengalahkan Inthanon Ratchanok. Wang menang dua game langsung 21-18, 21-15 atas pemain masa depan "Negeri Gajah Putih" tersebut.

Di partai kedua, giliran ganda putri nomor satu dunia, Yu Yang/Wang Xiaoli, yang menyumpang poin berkat kemenangan straight game 21-16, 21-12 atas Duanganong Aroonkesorn/Kunchala Voravichitchaikul, sebelum Wang Xin melibas Porntip Buranaprasertsuk dengan skor mencolok 21-17, 21-2.

Sesuai aturan, di babak knock out ini tak perlu memainkan semua partai - seperti pada babak penyisihan grup. Setelah menang 3-0, maka dua partai terakhir tak perlu dimainkan, di mana China sudah mempersiapkan ganda kedua Zhao Yunlei/Tian Qing, yang akan ditantang Saralee Thoungthongkam/Sapsiree Taerattanachai, serta tunggal ketiga Li Xuerui, yang akan bertemu Nichaon Jindapon.

Partai semifinal lainnya, Korea Selatan pun tak menemui kesulitan untuk mengatasi Jepang. Tim "Negeri Ginseng" ini menang 3-0.

Dengan demikian, pertemuan China dan Korea akan menjad ulangan final dua tahun lalu di Kuala Lumpur, Malaysia. Waktu itu, Korea secara mengejutkan mempermalukan China dengan skor 3-1, sehingga trofi yang sejak 1998 berada di tangan China itu berpindah tangan.

Dalam sejarah Piala Uber, China menjadi negara tersukses karena dari 14 kali masuk final, mereka 11 kali menjadi juara. Artinya, tahun 2012 ini menjadi final yang ke-15 bagi negara tersebut.

Sedangkan bagi Korea, ini akan menjadi final ketujuhnya dan mereka selalu bertemu China. Sebelumnya mereka tampil di partai puncak pada 1988, 1990, 1992, 2002, 2004, sebelum menjadi juara pada 2010. Akankah kali ini Korea kembali mempermalukan China? Kita tunggu saja hasilnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau