Balikpapan Butuh Kanal Besar

Kompas.com - 25/05/2012, 06:05 WIB

BALIKPAPAN, KOMPAS.com — Ketua Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) Balikpapan Wahyullah Bandung mengatakan, Balikpapan tidak punya saluran air utama yang menghubungkan area dari tengah kota menuju laut. Seharusnya, kota ini memiliki sebuah kanal besar.

Padahal, 85 persen wilayah Balikpapan memiliki topografi yang miring sehingga air dalam skala besar mencari jalan keluar dari Kota Balikpapan. "Air bukan menggenang, melainkan mencari jalan keluar ke laut," ujarnya, Kamis (24/5/2012).

Ia mengatakan, tidak fair menimpakan kesalahan kepada pengembang. Pengembang sudah membuat bozem atau kantong air untuk mengalirkan air. Namun, tidak ada saluran besar yang dapat membawa air dari bozem keluar dari Balikpapan. "Ibarat kabel listrik, kalau koneksinya tidak baik, tetap saja tidak akan on," katanya.

Seharusnya dengan kondisi topografi yang tidak banyak berubah sejak 30 tahun lalu, Balikpapan memiliki perencanaan untuk membuat kanal besar sebagai saluran utama air dari kota menuju muara. Dengan kemiringan yang ekstrem, air sudah pasti mengalir deras. Jika saluran yang menampung air tidak besar, maka otomatis air akan meluap. "Kalau perencanaan kita benar, tidak akan terjadi seperti ini. Pertumbuhan masyarakat kita kencang, tidak diimbangi dengan infrastruktur. There is something wrong dengan perencanaan kota," ujarnya.

Longsor di sejumlah kawasan permukiman yang berbukit, kata Wahyullah, seharusnya bisa dihindari dengan memindahkan konsentrasi permukiman ke wilayah yang lebih datar. Sudah saatnya, pemerintah membuat kawasan pengembangan di daerah baru.

"Kalau tidak ada usaha mengajak, ini seperti bom waktu. Kalau lima sampai sepuluh tahun lagi tidak ada perubahan, maka kondisi ini akan terus terjadi, bahkan akan menambah panjang daftar banjir dan longsor di Balikpapan," katanya. (Basir Daud)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau