Pendidikan

Banyak Lulusan SMA Akan Menganggur

Kompas.com - 25/05/2012, 06:57 WIB

SERANG, KOMPAS.com - Dinas Pendidikan Provinsi Banten memperkirakan lebih dari separuh dari 108.000 siswa sekolah menengah atas sederajat, yang dalam waktu dekat diumumkan kelulusannya, akan menganggur.

Masalah ini timbul akibat daya serap dunia kerja yang minim dan ketidaksiapan siswa berwirausaha.

”Saya menduga yang tidak melanjutkan kuliah dan tidak terserap dunia kerja atau berwirausaha sekitar 50-60 persen dari 108.000 siswa yang akan diumumkan kelulusannya sebentar lagi,” kata Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Banten Hudaya, di Serang, Banten, Kamis (24/5/2012).

Perusahaan tidak bisa disalahkan karena tidak menerima lulusan SMA akibat kompetensi yang kurang. Di sisi lain, pendidikan yang diberikan selama ini juga belum mampu mengantarkan para siswa pada kesiapan untuk berwirausaha.

”Ke depan kami akan memastikan bahwa sejak SD anak-anak harus mulai dikenalkan dengan kewirausahaan,” katanya.

Kerja sama Honda

Dalam jangka pendek, lanjut Hudaya, pihaknya berusaha mencari solusi bagi lulusan SMA maupun SMK yang kesulitan melanjutkan kuliah, mencari kerja, maupun membuka usaha sendiri.

”Awal Juni ini kami akan mengadakan MOU (nota kesepahaman) dengan Honda untuk kegiatan peningkatan kemampuan di bidang perbengkelan yang bersertifikat Honda. Diharapkan para peserta nantinya dapat membuat bengkel sendiri,” kata Hudaya.

Peserta kegiatan ini akan direkrut dari lulusan SMA atau SMK dari seluruh Banten. Jumlah yang akan direkrut sekitar 1.500 orang. Mereka yang berminat dapat mendatangi Balai Pendidikan Non Formal atau Pusat Kegiatan Belajar Mengajar di kabupaten/kota.

Proses peningkatan kemampuan di bidang perbengkelan ini akan berlangsung tiga bulan dan diharapkan mulai berjalan sekitar Agustus dan berlangsung secara bertahap.

Fokus pembangunan

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik Provinsi Banten, jumlah penduduk yang tidak bekerja di Provinsi Banten pada Februari 2012 tercatat 579.677 orang. Jumlah penganggur di Banten turun dibandingkan Februari 2011, yaitu 697.083 orang.

Sebelumnya, pada kesempatan terpisah, dosen Ekonomi Pembangunan Universitas Sultan Ageng Tirtayasa Muhammad Sabeth Abilawa mengatakan, fokus pembangunan Banten lima tahun mendatang perlu memberi perhatian lebih pada masalah pendidikan dan kesehatan untuk memperbaiki kualitas sumber daya manusia. (CAS)

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau