Sea age group 2012

Kirim 29 Perenang, RI Bidik Posisi Tiga Besar

Kompas.com - 26/05/2012, 06:13 WIB

jakarta, kompas - Indonesia berharap bisa naik peringkat pada kejuaraan SEA Age Group ke-36 tahun 2012 dari peringkat keempat yang dibuat pada 2011 di Vientiene, Laos, menjadi peringkat ketiga. Kejuaraan yang akan diselenggarakan di Aquatic Center Jakabaring, Palembang, pada 1-3 Juni itu diikuti tim dari tujuh negara Asia Tenggara.

Hal itu disampaikan Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Persatuan Renang Seluruh Indonesia (PRSI) Tonny P Sastramihardja, Jumat (25/5), di kantor PB PRSI, Jakarta.

PB PRSI akan mengirim 11 atlet putra dan 10 atlet putri yang memenuhi syarat kualifikasi. Selain itu, juga ada tambahan delapan atlet yang memenuhi minimal 97 persen dari waktu kualifikasi. Tambahan atlet itu empat dari DKI dan empat dari Jawa barat dengan biaya dari pengurus provinsi masing-masing.

Jumlah 29 atlet itu jauh lebih sedikit dibandingkan Singapura yang mengirimkan 73 perenang dan Thailand yang mengirimkan 53 perenang. Vietnam yang menduduki peringkat ketiga tahun lalu juga hanya mengirim 12 perenang.

Indonesia antara lain bermaterikan I Gede Siman Sudartawa, Muhammad Hamgari, Ricky Anggawijaya, Alexis Wijaya Ohmar, Christopher Tejobuwano, Yessy V Yosaputra, Nurul Fajar Fijrianti, Ressa Kaniadewi, Raina Saumi G, dan Monaliza A Lorenza.

”Sebagian besar atlet yang masuk tim olimpiade (seperti Siman untuk limit A dan Yessy untuk limit B) difokuskan untuk semakin meningkatkan catatan waktunya sehingga bisa berprestasi baik pada kejuaraan terbuka yang juga menjadi ajang kualifikasi olimpiade terakhir di Singapura, 12-17 Juni. Dengan komposisi tim yang dikirim ke SEA Age seperti ini, kalau kita bisa naik satu posisi ke peringkat ketiga saja sudah bagus,” kata Tonny.

Sulit dilawan

Mengenai peluang tim Indonesia di SEA Age Group 2012, pelatih tim Indonesia, Albert C Sutanto, menjelaskan, Singapura dan Thailand tetap menjadi tim yang sulit dilawan Indonesia.

”Kalau dilihat dari tim yang dikirimkan, sebenarnya tim elite Singapura tidak turun, hanya satu-dua saja yang ikut. Namun, perenang lapis dua Singapura juga sudah sangat solid karena mereka sudah sangat spesialis. Di satu nomor hanya satu perenang. Spesialiasi masing-masing mereka inilah yang membuat jumlah yang dikirim Singapura sangat besar, 75 orang,” kata Albert.

Untuk kelompok umur, kata Albert, Thailand adalah juara dunia sehingga menjadi lawan yang sangat berat. ”Kita akan tetap sulit bersaing dengan Thailand dan Singapura. Kalau negara-negara lain masih berimbang dengan kita,” ungkapnya.

Tonny menjelaskan, SEA Age Grup, yang merupakan event tahunan itu, sedianya akan diselenggarakan di Brunei. Namun, karena terjadi dualisme kepengurusan federasi renang di Brunei, Presiden Federasi Renang Asia Tenggara, dua bulan lalu, memberitahukan kepada Indonesia agar menjadi tuan rumah SEA Age Grup 2012. Padahal, giliran Indonesia sebenarnya baru pada 2013.

Myanmar dan Laos tidak bisa mengirimkan atlet karena waktu penyelenggaraan kejuaraan Asia Tenggara itu berbenturan dengan waktu ujian sekolah di kedua negara tersebut.

Mengenai minimnya jumlah atlet Indonesia, padahal Indonesia adalah tuan rumah, Ketua Bidang Pembinaan Prestasi PB PRSI Marhot Harahap mengakui, pembinaan renang di Indonesia kalah dibandingkan Thailand dan Singapura. ”Thailand punya sekolah olahraga di setiap provinsi, sementara kita cuma punya Ragunan,” katanya.

Meski demikian, pada kepengurusan PB PRSI saat ini, pembinaan perenang muda untuk bisa berprestasi pada delapan sampai 10 tahun mendatang sudah disiapkan. (OKI)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau