JAKARTA, KOMPAS.com - Pertarungan antarcalon Gubernur DKI Jakarta pada Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pilkada) DKI Jakarta 2012 kian memanas.
Hal ini tersirat dari Alex Noerdin yang tidak terima disebut "orang kampung" oleh Fauzi Bowo. Meski, penyebutan tersebut dibantah oleh juru bicara tim Fauzi Bowo-Nachrowi Ramli.
Kepala Media Center Tim Pemenangan Fauzi Bowo-Nachrowi Ramli, Kahfi Siregar, mengungkapkan bahwa Alex Noerdin mempersepsikan berbeda kalimat yang disampaikan oleh Fauzi Bowo saat rekaman sebuah acara di salah satu stasiun televisi swasta.
"Saat itu, Pak Foke hanya menjawab pertanyaan mahasiswa asal Kebumen yang bingung melihat banyak orang luar daerah yang ingin menjadi Gubernur DKI," kata Kahfi, di Jakarta, Sabtu (26/5/2012).
Pada kesempatan itu, ia menjelaskan Fauzi Bowo menyampaikan bahwa Jakarta memang memiliki daya tarik yang besar bagi semua orang. Hal ini terbukti banyak orang bermigrasi ke Jakarta untuk mengadu nasib.
"Memang Jakarta ini kan ibukota, jadi wajar kalau ada yang tertarik. Ibukota ini bagaikan magnet yang punya daya tarik besar bagi semua orang," ujar Kahfi menirukan jawaban Fauzi Bowo.
"Saya pikir cuma para migran yang ingin mengadu nasib di Jakarta. Di luar perkiraan saya ternyata kepala daerah pun ingin mengadu nasib di Jakarta ini," imbuhnya.
Ia mengungkapkan bahwa tidak ada kalimat yang menyebut Gubernur Sumatera Selatan tersebut sebagai "orang kampung". "Pak Alex yang berpersepsi itu. Pak Foke tidak pernah bilang orang kampung. Jadi mari kita semua jaga persepsi kita," tandasnya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang