Jakarta 1

Foke Tak Sebut Alex "Orang Kampung"

Kompas.com - 27/05/2012, 06:35 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Pertarungan antarcalon Gubernur DKI Jakarta pada Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pilkada) DKI Jakarta 2012 kian memanas.

Hal ini tersirat dari Alex Noerdin yang tidak terima disebut "orang kampung" oleh Fauzi Bowo. Meski, penyebutan tersebut dibantah oleh juru bicara tim Fauzi Bowo-Nachrowi Ramli.

Kepala Media Center Tim Pemenangan Fauzi Bowo-Nachrowi Ramli, Kahfi Siregar, mengungkapkan bahwa Alex Noerdin mempersepsikan berbeda kalimat yang disampaikan oleh Fauzi Bowo saat rekaman sebuah acara di salah satu stasiun televisi swasta.

"Saat itu, Pak Foke hanya menjawab pertanyaan mahasiswa asal Kebumen yang bingung melihat banyak orang luar daerah yang ingin menjadi Gubernur DKI," kata Kahfi, di Jakarta, Sabtu (26/5/2012).

Pada kesempatan itu, ia menjelaskan Fauzi Bowo menyampaikan bahwa Jakarta memang memiliki daya tarik yang besar bagi semua orang. Hal ini terbukti banyak orang bermigrasi ke Jakarta untuk mengadu nasib.

"Memang Jakarta ini kan ibukota, jadi wajar kalau ada yang tertarik. Ibukota ini bagaikan magnet yang punya daya tarik besar bagi semua orang," ujar Kahfi menirukan jawaban Fauzi Bowo.

"Saya pikir cuma para migran yang ingin mengadu nasib di Jakarta. Di luar perkiraan saya ternyata kepala daerah pun ingin mengadu nasib di Jakarta ini," imbuhnya.

Ia mengungkapkan bahwa tidak ada kalimat yang menyebut Gubernur Sumatera Selatan tersebut sebagai "orang kampung". "Pak Alex yang berpersepsi itu. Pak Foke tidak pernah bilang orang kampung. Jadi mari kita semua jaga persepsi kita," tandasnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau